MASALAH MEIBRAT

Meibrat merupakan satu Kabupaten terunik di pedalaman kepala burung, ini dihuni tiga suku besar yakni Ayamaru, Aitinyo dan Aifat yang pada masa lampau disebut dengan nama Ayamaru yang dalam perjalanan pemerintahan setelah dibentuk kabupaten ini penuh dengan misteri karena susah diukur memakai akal sehat. 

Perjalanan Pemerintahan Daerah yang
 misterius ini disebabkan terjadi lompatan budaya yang membuat sistem Pemerintahan dijalankan berdasarkan konsep like and dislike yang dilakukan pembuat kebijakan yang bahasa kasar suka-suka hati.

Terjadinya lompatan budaya atau ada sistem nilai yang terbangun ribuan tahun lalu, dipatahkan pemikiran generasi atau kelompok intelektual dengan tingkat pendidikan yang ditamatkan digunakan untuk membuat rumitnya masalah sistem politik di tanah A3.

Lihat dari sisi yang lain, bisa juga dijelaskan bahwa perkembangan pemerintahan saat ini lebih primitif sebab orang A3 kembali tinggal dalam lubang gaaNya masing-masing, serta menumbuh kembangkan status nepotisme kelompok yang kuat dalam pemerintahan yang melayani.

Sementara itu, perjalanan organisasi di era kekinian dihuni oleh tiga kelompok dalam gerbongnya masing-masing yaitu (1) kelompok intelektual; (2) kelompok aktivis; dan (3) Kelompok Religius. Tiga kelompok besar ini, masing-masing memainkan peran di eranya masing-masing.

Kelompok Intelektual, ialah kelompok yang biasanya konsen berbicara atau menyampaikan gagasan atau pendapat kebanyakan dilakukan dengan membuat perbandingan baik empiris, teoritis maupun fenomena, biasa berdasarkan kota asal studi baik dalam maupun luar Papua. Kelompok ini perkembanganya mulai pelan-pelan tergeser di bumi A3.

Kelompok Aktivis, ialah kelompok yang berisikan anak-anak mudah terdidik yang konsen memberikan advokasi lingkungan dengan memakai bendera kelompok swadaya masyarakat yang dalam perjalanannya belum begitu banyak membuat perubahan di bumi A3.

Kelompok Religius, ialah kelompok religius yang melahirkan sebuah paham bahwa bersama kelompok ini, sudah pasti masuk surga, kelompok ini mulai tumbuh subur di bumi A3.

Berbagai kelompok kepentingan yang sekarang membuat panggung pertunjukkan dengan memakai lipstik pesta rakyat, ini sudah saatnya mulai sadar bahwa keputusan satu paket dengan resiko. Keputusan yang dibuat selalu memuat unsur efektif.

Orang bumi A3 sudah seharusnya belajar sama orang Bali, kenapa harus belajar ke Bali, mereka bukan siapa-siapa dengan kami atau satu ras dengan orang A3, ini pertanyaan yang akan muncul.

Tahun 2002, peristiwa bom Bali yang dilakukan teroris itu, banyak menewaskan ribuan orang yang tak berdosa ini, ditanggapi dingin orang Bali, yang bisa dilihat dari masyarakat Bali hanya diam dan menerima peristiwa tersebut walaupun menyakitkan mereka. Aksi balas dendam sama sekali hilang dari pikiran masyarakat itu sendiri.@ARKAM

0 comments:

Post a Comment