PERBANDINGAN ITU VIRUS


Pesta rakyat tinggal menunggu rekapan hasil akhir siapa-siapa yang mewakili rakyat di parlemen itu masih meninggalkan bekas luka yang proses penyembuhannya makan waktu lama. Saya kau dan dia pasti tidak mau menerima hasil akhir dari sebuah pertandingan karena ukuran yang dipakai perbandingan.

Perbandingan merupakan semua fenomena yang baru diproduksi pada pelaksanaan pesta demokrasi itu, namun fenomena itu merupakan bawaan pengalaman masa lalu yang hadir berulang kali dalam kehidupan sehari-hari selalu memandang sesuatu memakai perbandingan.

Fenomena itu biasanya juga terlihat pada pengklasifikasian yang dibuat kau saya dan dia memakai ukuran pendidikan yang ditamatkan, kota tempat studi dulu, status sosial yang dimunculkan sebagai ukuran untuk menilai kemampuan individu yang menjadi target untuk dibully.

Bila ditarik lebih jauh lagi ke wilayah pemerintahan masih juga ditemukan perbandingan-perbandingan disampaikan langsung maupun tidak langsung pada pelaksanaan suksesi pergantian pimpinan di level atas sampai level terkecil.

Saya kau dan dia biasanya tidak secara sadar membandingkan kepemimpinan yang dulu dengan kepemimpinan yang sekarang, misalnya bonus yang diberikan pimpinan yang dulu lebih baik dari yang sekarang atau pimpinan yang dulu lebih komunikatif dari yang sekarang.

Perbandingan sebenarnya merupakan referensi rujukan untuk melakukan perbaikan-perbaikan nilai hidup maupun penetapan target capaian organisasi, namun harus dilihat dari aspek ruang dan waktu, misal kapan saya kau dan dia membuat perbandingan kapan tidak membuat perbandingan.

Catatan para pakar psikologi yang tertinggal di ruang baca menyebutkan bahwa selama saya kau dan dia masih terus membandingkan nilai lebih dan nilai kurang secara personal, maka mulai saat itu star menderita karena sakit jiwa.

Dalam catatan religius disebutkan hidup adalah sebuah kesempatan untuk melayani Tuhan, yang menyebabkan saya kau dan dia menegakkan aturan ini dalam kehidupan sehari-hari sampai lupa tugas saya kau dan dia untuk menghadirkan tuhan dalam perbuatan, misalnya membantu membayar hutang kredit, biaya rumah sakit, pendidikan orang kecil.

Tulisan di atas ini merupakan sebuah ajakan untuk saya kau dan dia dalam mengambil keputusan melangkah maju perlu memastikan satu langkah itu penting, kalau penting diperjuangkan kalau tidak penting, maka saya kau dan dia harus memastikan bahwa kita sama-sama melayani umat Tuhan, namun jalannya saja yang berbeda. @arkam

0 comments:

Post a Comment