ANANIAS DAN ARTI SEBUAH CINTA

Ananias anak muda yang diizinkan sang pencipta untuk melihat dunia pertama kali di satu tempat yang diberi nama sorong ke selatan.
Pada masa beraromah putih abu-abu, Ananias menuliskan masa depan di sebuah sekolah menengah atas di sorong ke selatan.
Di kelas sekolah itu, Ananis duduk sebelah dengan seorang teman yang berjenis kelamin perempuan yang lumayan cantik ukuran sorang ke selatan.
Hari terus berjalan meninggalkan minggu menjadi bulan dan bulan menjadi tahun yang tidak terasa telah mengantarkan Ananias menuju garis finish dengan meninggalkan putih abu-abu.
Di masa sekolah yang dijalankan dari kelas pertama sampai kelas ketiga, Ananias mulai mengungkapkan rasa yang terpendam dalam dada kepada teman kelas yang duduk di sebelah kiri dengan jarak kurang lebih 1 meter lebih sedikit yang namanya Mawar.
Dengan hembusan nafas agak sedikit sesak, Ananias memanfaatkan jam istirahat kelas untuk mengungkapkan rasa dengan bertanya...Mawar apakah kamu mau menjadi pacar aku….
Mawar hanya melepas senyum pada Ananias….Namun Ananias bertanya lagi pada Mawar….apakah kamu bersedia jadi pacer aku….Mawar memberi jawaban maaf Ananias…...kenapa kamu menolak menerima cinta aku.
Jawaban Mawar….saya tidak suka laki-laki yang suka merokok dan minum-minum...mendengar alasan itu, Ananias langusng pergi berlalu meninggalkan Mawar.
Setelah merampungkan ujian sekolah dan dinyatakan lulusan dengan menerima surat yang menerangkan telah menyelesaikan pendidikan di kota sorong yang keselatan. 
Ananias merantau guna melanjutkan pendidikan kesalah satu perguruan tinggi yang cukup punya nama seukuran Kota Sorong.
Setelah mengambilkan formulir dan merampungkan segala administrasi masuk sebuah perguruan tinggi umumnya yang dilanjutkan mengikuti tes masuk. Setelah selang satu minggu keluar informasi Ananias dinyatakan lulus.
Ananias mengikuti proses transformasi dalam industri jasa yang disebut pendidikan itu dengan aktivitas perkuliahan dan kegiatan pengembangan diri itu, Ananias tergabung dalam kegiatan Kerohanian... 
Ananias memilih kegiatan Kerohanian sebagai jalan masuk utama untuk meningkatkan nilai spiritual agar selalu terhindar dari perilaku negatif. 
Hari terus berjalan berganti minggu dan minggu berganti bulan dan bulan berganti tahun, Ananis sudah semakin fokal mengungkapkan pendapat di muka umum, ketika ada gerakan membela orang kecil, ananias selalu tampil terdepan yang membuat Ananias semakin matang dalam mengeluarkan pendapat.
Dalam rutinitas yang padat antara kuliah dan organisasi kemahasiswaan di kampus, Ananias selalu menyisihkan sedikit waktu 1 sampai 2 jam untuk berolahraga guna memastikan tubuh tetap aman.
Tempat mengeluarkan racun atau energi negatif di dalam tubuh Ananias dengan memanfaatkan ruang public yang telah disediakan pemerintah bagi warga kota yang tidak punya cukup uang untuk belanja kesehatan dengan memanfaatkan Taman Deo sebagai tempat jalan sore.
Di suatu sore, Ananias sedang jalan-jalan di taman deo, dengan tidak sengaja pula, ananias berjumpa dengan Mawar yang tidak lain merupakan teman satu sekolah di kota sorong selatan lagi duduk bersama pacar yang satu sekolah namun beda jurusan itu.
Menangis melihat pacarnya Mawar menghisap rokok malioboro putih, mimicu memori Ananias terbuka kembali dengan memunculkan pertanyaan pada Mawar….. Itu pacar kamu ya dan Mawar menjawab iya itu pacar saya….. mendengar jawaban Mawar…. Ananis belum puas dengan jawaban Mawar itu...Ananias bertanya lagi dan lagi pada Mawar...Waktu sekolah kamu menolak cinta saya dengan alasan saya suka merokok dan minum-minum. Ternyata hari ini saya lihat kamu pacaran dengan lelaki perokok dan peminum berat.
Mana yang benar : ( ) Cinta itu Rasa….. ( ) Cinta Itu Anugrah atau ( ) Cinta Itu Sebab atau Cinta itu apa menurut kamu….

@arkam

0 comments:

Post a Comment