INDONESIA HILANG DI SAWENDUI KEPULAUAN YAPEN

Dalam konstitusi dijelaskan “pendidikan hak segala bangsa”, Apa Benar !, hari ini masih ada potret yang menjelaskan kepada kami pemilik negeri yang kata orang terbesar nomor dua setelah kalimantan, yang luas wilayahnya telah membuat kesimpulan bahwa potensi alam yang telah ada ketika ditemukan Kolombus.


Bulan April 2019, Kita semua di sibukkan dengan pesta demokrasi 5 tahunan yaitu pemilihan Presiden yang bersamaan dengan pemilihan Dewan Perwakilan Rakyat yang katanya mewakili suara kaum yang tak bersuara.  


Publikasi media ternama ukuran Papua yaitu Cenderawasih Pos atau yang biasa disingkat Cepos (Senin|08 April 2019) yang menampilkan berita 5 bulan anak-anak di Sawindui, Distrik Raimbawi, Kabupaten Kepulauan Yapen tak belajar, menimbulkan pertanyaan Apa Yang Salah dan Siapa Yang Mau Disalahkan, semua ini berpulang pada hati nurani kita sebagai anak pribumi atau non pribumi yang mencari kedamaian di atas surga kecil ini.


Indonesia hilang di Sawendui, informasi ini juga memperkuat lagu suara kemiskinan yang disampaikan musikus Papua Abang Edo Kondologit, katanya “Pendidikan Hak Segala Bangsa”, tapi hari ini kami masih tetap juga memutar saluran TV pada saluran yang gelap dan tak pernah juga akan mendengar selamat pagi indonesia di desa windu yang memiliki nilai penting tentang perjuangan indonesia merebut irian barat.


Kami sadar dan terus mencoba untuk mengerti bahwa pendidikan masih merupakan barang mahal serta kami juga sadari masa depan kami yang menulis sendiri dalam pendidikan rumah pohon dan kami juga sadari bawah alam merupakan tempat belajar terbaik. Tidak ada yang perlu disalahkan dan kami juga jangan disalahkan kalau rasa ke Indonesian memudar. @arkam

0 comments:

Post a Comment