Pada suatu hari, libur satu keluarga sukses dan terkenal serta terpandang melakukan travelling ke suatu tempat yang panorama alam bawah lautnya menyimpan sejuta misteri. Keluarga sukses ini mulai berangkat dari rumah mereka menggunakan mobil pribadi yang harganya ratusan juta rupiah. Perjalanan menuju dermaga ditempuh kurang lebih 4 jam lebih sedikit.

Setibanya di dermaga penyeberangan, keluarga kaya rayah ini membeli karcis masuk dan tiket atau pasjalan sebagai kelengkapan administrasi pelayaran kapal wisata tersebut. Perjalanan ke tempat wisata ditempuh kurang lebih 2 jam perjalanan waktu normal atau tergantung cuaca. Kalau cuaca kurang baik, perjalanan biasanya 3 jam.

Keluarga kaya raya ini, sudah berada di dalam kapal bersama dengan penumpang lain yang juga memiliki rute yang sama, penumpang kapal kurang lebih ada sekitar 50 orang penumpang yang kalau ditotalkan kurang lebih 100 orang penumpang karena sudah termasuk dengan anak buah kapal dalam manifest perjalanan.

Umumnya dalam pelayaran, biasanya disampaikan tentang aspek-aspek keselamatan serta keamanan transportasi Publik serta harus kemana menyelamatkan diri ketika terjadi kebakaran atau peristiwa lain yang mengancam nyawa pengumpan.

Pada saat anak buah kapal di ruang kemudi menyampaikan informasi tentang keselamatan penumpang, maka pada waktu berselang 5 menit si anak orang kaya ini bertanya kepada papanya, papa apakah papa tahu bahwa penumpang yang berjumlah 100 orang ini hanya anak papa yang tidak bisa berenang ketika kapal tenggelam.

Anak itu bertanya lagi kepada bapaknya, apakah papa sudah mengerti dengan pertanyaan saya, papanya terdiam dan mengeluarkan sapu tangan untuk membersihkan keringat yang mengalir begitu deras membasasi seluruh tubuhnya dan sesekali papanya sendiri bertanya pada dirinya kenapa anak laki-lakinya bisa bertanya seperti itu.

Papanya masih duduk terdiam, anaknya menjelaskan alasan kenapa memberikan pertanyaan seperti itu kepada papaknya karena papa hanya sibuk mengurus pekerjaan kantoranya serta waktunya semuanya dihabiskan bertemu dengan relasi kerjanya sampai tidak ada waktu untuk menyiapkan saya dengan menagar bagaimana berenang menyelamatkan diri ketika kapal tengelam. Papa tidak menyiapkan dayung untuk saya mendayung mengarungi samudara kehidupan yang bergerak semakin cepat ini dengan gaya saya sendiri.

Papa How Much Time Do You Have
Hari kemarin saya kau dan dia dihebohkan dengan informasi yang daya ledaknya besar namun kekuatannya tidak begitu besar sebab saya kau dan dia disibukan dengan pesta rakyat yaitu pemilihan presiden dan wakil rakyat pusat dan daerah yang membuat saya kau dan dia terlambat untuk memberikan analisis tentang persoalan yang terjadi pada Sekolah Dasar Buti Merauke.

Pelaksanaan ujian nasional yang dilaksanakan pemerintah daerah Merauke meninggalkan cerita untuk saya kau dan dia satu soal yaitu seberapa besar carrier cooling atau panggilan jiwa pimpinan daerah dan organ-organ yang ada di dalamnya menanggapi permasalahan tersebut dalam bentuk kebijakan pendidikan yang terarah dan terfokus.


Persoalan yang terungkap di SD Buti Merauke, memberikan informasi atau sudah sedikit menjelaskan layanan pendidikan yang disediakan pemerintah daerah masih sebatas perencanaan di atas perencanaan sementara politik kekhususan dengan keuangan otonomi khusus serta bantuan operasional sekolah kemana mengalirnya.

Secara kualitatif kemiskinan didefinisikan sebagai memiliki akses yang tidak memadai ke kebutuhan dasar manusia, seperti makanan, air, dan tempat tinggal. Bank Dunia secara rutin menggunakan metrik kehidupan dengan kurang dari $ 1,25 per hari untuk memberikan perkiraan kasar tentang kondisi keuangan mendasar kemiskinan.

Meminjam catatan media online mindcontroversy  yang menjelaskan kepada saya kau dan dia bahwa kurangnya pendidikan adalah salah satu akar penyebab kemiskinan. Pendidikan merupakan sebuah titik cahaya yang mengantarkan atau memungkinkan banyak orang untuk mengatasi kemiskinan melalui pendidikan.

Sementara dalam catatan UNESCO sering menyebutkan pendidikan sebagai great equalizer karena pendidikan dapat membuka pintu pekerjaan, mengkases sumber daya dan ketrampilan lain yang dapat digunakan untuk bertahan hidup karena  dengan ketrampilan membaca, maka kemiskinan dapat ditekan.

Fenomena yang menarik untuk dianalisis carrier cooling atau panggilan jiwa yang dikaitkan Limited Capacity of the Government yang diambil dari media online concernusa sebagai rujukan utama yang gunakan untuk membedah kapasitas pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada warga masyarakat asli papua yang penyebarannya berada pada kampung-kampung lokal dalam mengakses produk-produk pendidikan yang disediakan pemerintah daerah bersumber dari keuangan otonomi khusus dan bantuan operasional sekolah serta bantuan pendidikan lainnya yang diberikan oleh pemerintah pusat belum terlaksana dengan baik.

Persoalan anak sekolah dasar kelas 6 tidak bisa membaca dan menulis ketika mengikuti ujian nasional ini dapat disimpulkan bahwa masih rendahnya komitmen pemerintah daerah dan organ-organ yang ada di dalamnya bekerja tidak efektif. Rendahnya panggilan jiwa serta terbatasnya kapasitas pemerintah daerah tidak efektif dalam memperbaiki layanan pendidikan juga berkontribusi dalam menaikan angka kemiskinan.

Pemerintah Daerah tidak menyediakan infrastruktur yang diperlukan dalam penguatan manajemen pendidikan, misalnya pemberian insentif yang layak kepada para pendidik dan tenaga kependidikan. Keterlibatan semua elemen itu penting sebab dengan ketrampilan membaca kemiskinan dapat ditekan. @arkam


Mana Cerita Kamu……!


Papua mulai menata diri menyambut Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 dengan menata sarana dan prasarana penunjang utama untuk melaksanakan kegiatan PON pada beberapa daerah meliputi Jayapura, Kota Jayapura, Jayawijaya, Biak Numfor, Timika serta Merauke yang mewakili 5 wilayah adat.

Menimbulkan soal yang perlu dijawab yaitu seberapa besar kemampuan 5 daerah yang telah ditetapkan dalam memenuhi kebutuhan dapur hotel maupun penginapan lain dengan kuliner berlabel halal sebagai konsumsi utama para atlit, oficial serta perangkat pertandingan yang terlibat langsung maupun tidak langsung.

Fokus analisis hanya terbatas pada produk-produk siap saji yang berbahan dasar lokal diambil langsung dari pekarangan rumah warga pribumi yang tersebar pada 5 wilayah adat tersebut untuk digunakan sebagai konsumsi utama atau menu tambahan dengan kualitas terbaik yang diberikan label halal.

Pemberian label halal pada kuliner papua merupakan bagian dari pelayanan yang diberikan pemerintah daerah dan pihak penyelenggara pada masing-masing wilayah yang terorganisir pada suatu lembaga yang dibentuk Pemerintah Daerah tidak termasuk badan pengawasan obat dan makanan.

Manajemen logistik makanan sudah mulai dibangun dengan menunjuk pemain-pemain lokal yang memiliki kemampuan secara finansial untuk membangun gudang logistik pada masing-masing wilayah serta bekerjasama dengan pihak hotel yang telah ditunjuk sebagai tempat menginap para atlit untuk menyampaikan kesiapa hotel dari sisi logistik makanan.

Tulisan yang lalu disoroti panggung ekonomi rakyat pada pon 2020 yang lebih menitikberatkan pada sharing resource atau ekonomi berbagi yang dilakukan dengan memanfaatkan asset warga masyarakat yang lagi menggangur atau tidak digunakan disewakan kewisatawan lokal maun nasional dari 35 Provinsi yang sedang berlibur pada saat pekan olahraga nasional dilaksanakan.

Sedangkan cerita ini merupakan kelanjutan dari panggung ekonomi rakyat, namun lebih fokus pada kuliner lokal berlabel halal sebagai sorotan utama sebab secara umum produk siap saji sudah diwajibkan memakai label halal sebagai jaminan. Ini sebagai sebuah keharusan yang perlu dilakukan Pemerintah Daerah agar bisnis kecil bisa menerima dampak dari pelaksanaan PON tersebut.   

Pemerintah Daerah pada wilayah yang sudah ditetapkan sebagai tempat pelaksanaan kegiatan tersebut perlu secepatnya membangun komunikasi dengan pelaku bisnis kecil pada masing-masing wilayah untuk mempersiapkan diri menyedikan produk-produk lokal yang dikirimkan ke hotel dan penginapan melalui perantara organisasi yang telah dibentuk pemerinah daerah. Mekanisme seperti ini diambil sebagai jalan tengah untuk menjaga kualitas produk yang dihasilkan pelaku bisnis kecil tetap terjamin.@arkam

Mana Cerita Kamu……!
Melihat dari semakin menumpuknya kontainer di hampir sebagian besar pelabuhan laut di tanah papua yang dikaitkan dengan catatan para pakar maupun analis manajemen transportasi laut di indonesia di sana dijelaskan bahwa pertumbuhan tingkat pengiriman barang dari indonesia timur masih di bawah 30%.


Fenomena ini secara mendalam akan dianalisis memakai pendekatan marketing atau ilmu menjual untuk mengurai seberapa pentingnya atau manfaat yang diberikan para kepala pemerintahan beserta organ-organ yang ada di dalamnya dengan melihat penumpukan kontainer di pelabuhan.


Fenomena penumpukan kontainer di pelabuhan ini membuat anda saya dan kau untuk membuka anggaran pendapatan dan belanja daerah yang fokus pada penanaman modal. Ini merupakan ukuran sederhana yang digunakan untuk menyelesaikan soal di bawah 30% itu bisa terjadi.


Dalam berbagai kesempatan baik itu diskusi lepas para pengamat di berbagai pertemuan tentang Papua, pasti selalu menyoalkan potensi sumber daya darat, laut dan udara yang sudah disediakan sebelum tete manis menciptakan ras melanesia untuk menjaganya sebagai bagian terpenting dari warisan dunia di planet yang hanya satu ini.


Kembali pada soal penumpukan kontainer, maka dapat dijelaskan bahwa ilmu menjual belum diimplentasikan dengan baik oleh kepala daerah di hampir seluruh tanah Papua dalam menjual potensi daerah ini dengan cara mengajak pihak swasta bersama-sama Pemerintah Daerah membangun Indonesia dari tanah Papua ini.


Pimpinan Daerah sudah harus melihat marketing sebagai unsur utama yang memberikan kontribusi besar pada pertumbuhan wilayah, maka organ-organ daerah yang bersinggungan langsung dengan pertumbuhan wilayah harus ditempatkan orang-orang yang kompetensi di atas rata-rata dipilih dan ditugaskan Pimpinan Daerah untuk membantu menjual atau mengajak pihak swasta membangun usahanya di Papua.


Secara umum dijelaskan Investasi tidak tumbuh di Papua yang disebabkan persoalan hak ulayat dan persoalan keabsahan tanah Papua di dalam gambar petah Indonesia yang selalu digoreng berulang kali oleh mereka-mereka yang tidak mau melihat tanah ini maju, membuat para investor mempertimbangkan menaruh assetnya di tanah Papua.   


Issu hak ulayat dan politik sebenarnya bukan soal yang teramat susah atau menjadi alasan Pemerintah Daerah untuk tidak tidak mengejar keertinggalan Papua dengan teman-teman di seberang lautan Pasifik dan Asia. Semenara itu, ada juga fenomena lain yang membuat tanah ini tidak pernah berlari kencang karena selalu membandingkan dengan negara-negara yang ekonominya sudah maju dengan pertumbuhan pendapatan warganya yang baik diambil sebagai sampel atau perbandingkan untuk membuat pelarangan Papua jangan terlalu banyak sentuhan nanti susah untuk diurus.@arkam

Mana Tulisan Kamu.....!


Peta ekonomi secara perlahan mulai terurai dari panggung ekonomi kapitalis, atau panggung para pemilik modal menuju panggung ekonomi yang disebut sharing ekonomi oleh para pakar ini sebagai bagian dari pemerataan ekonomi atau sumber daya dimanfaatkan secara bersama namun tetap berada diatas rel efisiensi sumber daya yang ekologis.


Diskusi Kita tentang berapa besar atau berapa persen dampak yang diberikan Pekan olahraga Nasional (PON) terhadap pelaku bisnis kecil atau dampaknya tidak ada sama sekali dengan penyelenggaraan pekan olahraga nasional (PON).


Jasa hotel merupakan titik fokus yang pertama untuk melihat ketersediaan jumlah kamar yang tersebar pada enam tempat penyelenggaraan event meliputi: Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Biak Numfor, Kabupaten Mimika dan Kabupaten Merauke.

Kesiapan masing-masing wilayah dengan sarana dan prasarana yang disediakan sudah memperhitungkan pemerataan ekonomi bagi bisnis kecil yang berada pada 6 daerah yang dijadikan event pekan olahraga nasional (PON). Fokus memberi pendapat hanya pada panggung ekonomi rakyat di Pekan Olah Raga Nasional (2020).
Event Nasional yang mempertemukan 35 Provinsi senusantara dengan jumlah atlit serta oficial maupun operator pelaksanaan pekan olah raga nasonal serta para wisatawan lokal maupun luar Papua bahkan luar Indonesia yang menyempatkan diri untuk menonton cabor yang diperlombakan. 

Pemerataan ekonomi atas sumber daya pada saat melaksanakan event tersebut perlu di inisiasi oleh pemerintah daerah dengan mengajak para pelaku bisnis kecil atau masyarakat yang berada di sekitar tempat penyelenggaraan event tersebut untuk memanfaatkan aset yang menganggur seperti kamar rumah yang tidak ditempati untuk dijadikan tempat penginapan bagi para wisatawan lokal yang berasal dari 35 Provinsi dengan harga dan fasilitas dibawah harga hotel misalnya sarapan pagi, makan malam.

Pemanfaatan idle aset atau aset yang menganggur dan tidak digunakan oleh masyarakat dikoordinir oleh pemerintah daerah setempat sebagai bagian dari pengamanan terhadap hal-hal yang tidak diinginkan yang juga sebagai bagian dari memberikan sara aman sebagai tuan rumah kepada tamu yang berkunjung ditempat pelaksanaan even maupun teman wisata yang lain.

Pelaku bisnis kecil sudah mulai didorong oleh pemerintah daerah untuk memanfaatkan aset tetap lainnya yang tidak digunakan seperti kendaraan roda dua maupun roda empat untuk mendaftar pada platform transportasi online seperti gojek dan grab yang sudah mengaspal di Jayapura mau Go-Food. Ini dilakukan bisnis kecil sebagai bagian dari penyediaan fasilitas tambahan untuk wisatawan lokal pada saat event dilaksanakan 2020.@arkam

Mana Tulisan Kamu…..!
Dilatarbelakangi pemberontakan alam yang terjadi di beberapa daerah di Tanah Papua karena sentuhan berlebihan yang dilakukan Pemerintah Daerah maupun Masyarakat pemilik Hak Ulayat yang menyebabkan alam tidak bersahabat lagi dengan manusia. Ini disebabkan, mungkin juga ledakan penduduk atau migrasi orang dari suatu wilayah ke wilayah lain membuat pertumbuhan hunian semakin tak terkendali menyebabkan rusaknya daerah-daerah serapan air karena semakin tumbuh subur pohon-pohon tembok pada daerah-daerah penyangga.

Ekonomi mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi dan konsumsi terhadap barang dan jasa. Sementara istilah ekonomi itu sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu “Oikos” yang artinya Keluarga atau Rumah Tangga dan “Nomos” yang artinya Peraturan atau Hukum. Sehingga arti ekonomi secara umum ialah : Manajemen Rumah Tangga atau Aturan Rumah Tangga.

Sementara itu, bila ditarik lebih dalam ke ekonomi lingkungan maka secara umum juga dijelaskan tentang perilaku atau kegiatan manusia dalam memanfaatkan sumber daya alam yang terbatas sewajarnya dalam jangka panang atau biasa dibilang berkelanjutan. Lahirnya ekonomi lingkungan disebabkan timbulnya masalah lingkungan yang tidak dimasukkan ke dalam biaya produksi yang menyebabkan kerugian bagi orang lain atau pasar. Masalah lingkungan menimbulkan inefisiensi atau tidak efisien alokasi sumber daya alam dalam proses produksi barang atau jasa.

Berkembangnya ekonomi lingkungan lebih jauh lagi melahirkan yang dikenal dengan nama Ekonomi Hijau yang menitikberatkan juga pada peningkatan kesejahteraan manusia dengan kesetaraan sosial yang sekaligus mengurangi risiko lingkungan secara signifikan. Ekonomi hijau ekologis juga merupakan suatu modal pembangunan ekonomi yang berlandaskan pembangunan berkelanjutan dan pengetahuan ekonomi yang ekologis.

Para pakar menjelaskan ciri yang membedakan ekonomi hijau dengan resmi ekonomi lainnya adalah penilaian langsung kepada modal alam dan jasa ekologis sebagai nilai ekonomis dan akuntansi biaya di mana kontribusi yang diberikan kepada masyarakat dapat ditelusuri kembali dan dihitung sebagai kewajiban yang tidak membahayakan atau mengabaikan aset.

Dalam proses produksi barang dan jasa itu melahirkan masalah lingkungan yang menyebabkan kerugian bagi orang lain. Ini karena sumber daya alam menjadi : 1). Penyedia bahan baku; 2). Penyedia fasilitas; 3). Wadah untuk limbah. Tiga komponen tersebut melahirkan biaya lingkungan karena : 1). Menurunya kualitas SDA dan lingkungan sebagai penyedia bahan baku; 2). Menurunnya kualitas SDA dan lingkungan sebagai fungsi dasar ekologis; 3) Menimbulkan ketidaknyamanan pada manusia; 4). Memberikan dampak yang buruk kepada kesehatan dan produktivitas.

Berangkat dari cerita di atas dan bagaimana generasi hari ini membayar atau meminimalisir utang generapa Papua di masa depan dengan memberikan porsi yang wajar pada lingkungan, maka itu sebaiknya kita belajar dari salah satu wilayah yang secara geografis, budaya dan tingkat kemajuan serta ekonomi berbedah jauh dari kita Papua seperti Negara Norwegia yang hidupnya selalu berkomunikasi dengan alam serta kepercayaan mereka terhadap pemerintah sangat baik hingga mereka tak keberatan bayar pajak yang tinggi. Untuk lebih dalam membacanya bisa lihat di media onlie (https://tirto.id).

Sementara itu, kaum milenial Norwegia yang kaya raya dimana penduduk berusia 30 tahun memiliki kenaikan pendapatan siap pakai disposable income sebesar 13 % pendapatan siap pakai, yang telah dipotong pajak, dibandingkan Generasi X (yang lahir antara 1966 dan 1980) ketika mereka mencapai usia yang sama. Untuk lebih dalam membacanya bisa lihat di media online (https://news.detik.com).

Persoalan lingkungan sudah menjadi masalah permanen yang pada suatu saat akan memberontak maka pemerintah dalam membuat kebijakan selalu menghadirkan aspek nilai finansial sebagai ukuran mutlak untuk mempertimbangkan manfaat hutan dan taman sebelum memberikan izin untuk membangun baru atau memperluas kegiatan ekonomi dan kegiatan lainya yang juga terikat pada aspek lingkungan.

Pembangunan Perumahan, Supermaket, Hotel dan Pembangunan fisik lainnya harus Pemerintah Daerah melihat ketersediaan aspek taman maupun ruang publik yang disediakan sudah memenuhi ketentuan atau rencana yang ditetapkan pemerintah daerah lebih penting ketimbang memperhatikan aspek peningkatan pendapatan daerah. Dalam teori yang tak terbantahkan, misalnya mengambil pinjaman kredit dengan jumlah yang besar, maka resiko pengembaliannya juga besar, sebaliknya juga sama. Demikian juga dengan pengerusakan lingkungan dengan menjual tanah dengan harga yang tinggi, maka resiko yang dihadapi juga semakin tinggi, misalnya banjir bandan, anak cucu hidup di kos-kosan. Ini semua adalah harga yang harus dibayar atas sebuah pengorbanan mementingkan diri sendiri hari ini. @arkam

Mana Cerita Kamu !

Jembatan Holtekam mulai memunculkan aroma yang membuat anak negeri mulai terusik dengan kehadiran jembatan yang diharapkan akan memberikan berkah yang melimpah bagi mereka di sepanjang jalur yang dilalui jembatan.

Melihat dari ledakan penduduk Kota Jayapura yang semakin hari terus meningkat dan kepadatan penduduk serta tumbuhnya hunian di berbagai sudut-sudut Kota sementara lapangan pekerjaan terbatas, ini membuat Pemerintah Kota Jayapura mulai tergerak untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat pribumi yang berada sepanjang jembatan holtekam dari ancaman Newcomers.

Membaca cenderawasih pos edisi kamis 11 April 2019 yang cukup menarik dimana pemerintah daerah mulai memberikan ruang yang besar kepada masyarakat asli Kota Jayapura untuk mengelola potensi kampungnya sendiri.  ini dilihat dari aset pemerintah Kota yang dihibahkan kepada masyarakat yang berada pada objek wisata di Kota Jayapura.

Seperti ini membutuhkan dukungan semua komponen untuk memberikan ruang yang seluas-luasnya kepada masyarakat melakukan inovasi sert merencanakan program dan kegiatan berbasis kearifan lokal. Sementara peran pemerintah daerah hanya sebatas menyediakan fasilitasi penunjang berupa jaminan pembiayaan bagi masyarakat asli Kota Jayapura dalam mengembangkan usaha di sektor pariwisata dengan sektor penunjang seperti kuliner asli Kota Jayapura.

Ekonomi Kota Jayapura menggeliat khususnya sektor pariwisata dilihat dari terbangunnya jembatan Holtekamp, memunculkan pertanyaan, apakah dengan hadirnya jembatan ini asset masyarakat dalam bentuk uang bertambah dalam tabungan bank atau tidak bertambah sama sekali dengan kehadiran jembatan Holtekam.

Pekerjaan rumah yang belum diselesaikan pemimpin secara umum di Tanah Papua yaitu memproteksi bisnis kecil yang jalankan warga Papua, dengan jalan menetapkan peraturan daerah untuk sektor-sektor yang berkaitan dengan nilai hidup orang Papua tidak boleh lakukan oleh kawan-kawan bukan Papua.

Belajar dari pengalaman di hampir semua wilayah di Tanah Papua, Pimpinan Daerah-Nya hanya mengangkat Proteksi Orang Asli Papua sebagai issu utama untuk membendung atau membungkus suara-suara kekecewaan atas keterwakilan masyarakat Asli Papua, ini bisa dilihat dari penyusunan peraturan daerah tidak pernah diputuskan di dewan perwakilan rakyat. 5 (lima) tahun bahkan sampai 10 (sepuluh) tahun berkuasa sudah berapa persen peraturan daerah yang ditetapkan untuk melindungi hak hidup, hak ekonomi, orang Asli Papua.  

Secara makro Papua dapat juga dijelaskan bahwa pembangunan ekonomi Orang Asli Papua lebih menonjol lebih besar peningkatan pendapatan untuk belanja konsumtif dibandingkan belanja investasi, ini bisa diamati dari semakin tumbuhnya Newcomers yang memanfaatkan peluang tersebut. Newcomers hadir sebagai virus yang mematikan bisnis berbasis nilai hidup Orang Asli Papua.

Kita semua tahu bahwa dalam konstitusi disampaikan bahwa “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”, ini juga merupakan salah satu pesan untuk pelaku-pelaku ekonomi maupun Pemerintah Daerah sampai pada ranting yang terkecil harus juga memahami bahwa ekonomi tumbuh di atas rel yang diberi nama “Ekonomi Berkeadilan”.

Newcomers ini sebenarnya bukan ancaman serius terhadap ekonomi berbasis nilai hidup orang asli papua, sebab newcomers ini tumbuh dengan melihat peluang dan kesempatan untuk memperbaiki hidup di luar daerah asalnya atau dalam pendapat pengamat biasanya menyebutkan pengaruh demografi memiliki hubungan positif dengan kesuksesan newcomers tersebut.

Ancaman serius yang berkaitan dengan pengembangan ekonomi berbasis nilai hidup yaitu Orang Asli Papua itu sendiri yang tidak saling mendukung dalam bentuk Sharing Resource  serta tidak ada dukungan nyata pemerintah daerah dalam bentuk pemberian jaminan kredit untuk bisnis kecil orang Papua melalui lembaga keuangan bank atau non bank.

Mesin ekonomi kota jayapura mulai digerakkan oleh hadirnya jembatan holtekam sebagai magnet yang menarik usaha dadakan di sepanjang bahu jalan kiri dan kanan holtekamp, tumbuhnya pengusaha musiman yang memanfaatkan kesempatan yang ada dengan tingkat kemajuan serta kemampuan finansial, fenomena seperti ini perlu diantisipasi dengan penetapan Peraturan Daerah. @arkam
Hari kemarin sesi planet ini dikejutkan dengan publikasi kemiskinan yang perkembangannya masih memimpin top klasemen di indonesia. Bila dikaitkan dengan begitu banyak sumber daya yang dikerahkan untuk menyelesaikan persoalan kemiskinan, namun malam juga memberikan hasil sesuai dengan yang diharapkan. Dilatarbelakangi oleh visi tersebut maka pemerintah mengeluarkan kebijakan otonomi khusus sebagai satu-satunya senjata yang paling ampuh untuk menembak kebodohan dan kemiskinan yang masih terlihat sampai hari ini.

Tingginya angka kemiskinan membuat berbagai pihak mulai bertanya-tanya dan menyalahkan satu sama lain sampai-sampai memberikan stigma bahwa kemiskinan itu tidak bisa dikurangi sebab masyarakat malas dan tidak mau berusaha mengelola potensi dirinya sendiri kalau bisa keluar dari belenggu kemiskinan. Sudah begitu banyak program dan kegiatan pemberdayaan masyarakat dijalankan oleh pemerintah daerah dan juga anggaran yang dikeluarkan.

Meminjam catatan pola analisis yang cukup terkenal yakni (Socrates) yang menjelaskan bahwa sesuatu yang tidak diteliti tidak pantas untuk dijalani, pendapat ini diperkuat dengan pendapat (Albert Einstein) yang menjelaskan pengalaman adalah guru yang terbaik untuk masa depan ke titik yang diinginkan. 2 pemikir ini secara umum bisa diartikan dengan pendapat bebas yaitu setiap program pemberdayaan yang dilakukan dengan metode copy paste atau lebih kerennya disebut studi tiru yang dilakukan harus sejalan dengan nilai hidup orang papua.

Sedangkan, bila dilihat lebih jauh lagi tentang kemiskinan yang dikaitkan dengan isu politik khususan yang telah memberi ruang yang seluas-luasnya kepada pimpinan kepala daerah untuk melakukan inovasi inovasi daerah untuk memperbaiki angka kemiskinan, namun kenyataan yang terjadi hampir di seluruh wilayah papua yang kepala daerahnya anak negeri masyarakatnya masih hidup di bawah garis kemiskinan.

Angka kemiskinan masih tinggi karena program-program yang dilakukan oleh pemerintah daerah semuanya berorientasi pada peningkatan pendapatan pada belanja konsumtif, ini bisa dilihat dari rendahnya akumulasi aset masyarakat papua dalam bentuk tabungan uang di bank masih rendah. Bertambahnya aset masyarakat dalam bentuk uang di bank maka dengan sendirinya akan berdampak pada meningkatnya kesejahteraan.

Kemiskinan sudah melahirkan begitu banyak ide dan gagasan dari berbagai kalangan yaitu akademisi, pengamat, politikus serta lembaga swadaya masyarakat pulau memberikan pendapat dengan model-model statistiknya sendiri. Namun sampai hari ini persoalan kemiskinan malam juga terselesaikan atau terurai dengan program atau kegiatan yang ditawarkan kepada pemerintah.

Masalah kemiskinan menjadi sebuah pertanyaan, apakah pendekatan yang kita gunakan sudah berbasis pada pendekatan budaya ataukah kita mereplikasi pendekatan pemberdayaan masyarakat di planet lain untuk dipaksakan diterapkan di tanah papua. Kita semua yang terpanggil untuk melayani masyarakat di tanah ini harus tahu bahwa papua itu punya metode etnografi.

Pendekatan berbasis etnografi itu perlu dilakukan sebab tingkat kemajuan masyarakat pribumi yang berjumlah kurang lebih 250 penjaga tanah papua masih berdiri tidak sama tinggi. Rendahnya tingkat kemajuan ini yang menjadi soal untuk diselesaikan dengan metode pendekatan yang benar. Berkaitan dengan tingkat kemajuan, penulis meminjam catatan (Albert Einstein) yang mengatakan bahwa masalah yang sama diselesaikan dengan metode yang sama jangan pernah mengharapkan hasil yang lebih baik pula.@arkam

Dalam konstitusi dijelaskan “pendidikan hak segala bangsa”, Apa Benar !, hari ini masih ada potret yang menjelaskan kepada kami pemilik negeri yang kata orang terbesar nomor dua setelah kalimantan, yang luas wilayahnya telah membuat kesimpulan bahwa potensi alam yang telah ada ketika ditemukan Kolombus.


Bulan April 2019, Kita semua di sibukkan dengan pesta demokrasi 5 tahunan yaitu pemilihan Presiden yang bersamaan dengan pemilihan Dewan Perwakilan Rakyat yang katanya mewakili suara kaum yang tak bersuara.  


Publikasi media ternama ukuran Papua yaitu Cenderawasih Pos atau yang biasa disingkat Cepos (Senin|08 April 2019) yang menampilkan berita 5 bulan anak-anak di Sawindui, Distrik Raimbawi, Kabupaten Kepulauan Yapen tak belajar, menimbulkan pertanyaan Apa Yang Salah dan Siapa Yang Mau Disalahkan, semua ini berpulang pada hati nurani kita sebagai anak pribumi atau non pribumi yang mencari kedamaian di atas surga kecil ini.


Indonesia hilang di Sawendui, informasi ini juga memperkuat lagu suara kemiskinan yang disampaikan musikus Papua Abang Edo Kondologit, katanya “Pendidikan Hak Segala Bangsa”, tapi hari ini kami masih tetap juga memutar saluran TV pada saluran yang gelap dan tak pernah juga akan mendengar selamat pagi indonesia di desa windu yang memiliki nilai penting tentang perjuangan indonesia merebut irian barat.


Kami sadar dan terus mencoba untuk mengerti bahwa pendidikan masih merupakan barang mahal serta kami juga sadari masa depan kami yang menulis sendiri dalam pendidikan rumah pohon dan kami juga sadari bawah alam merupakan tempat belajar terbaik. Tidak ada yang perlu disalahkan dan kami juga jangan disalahkan kalau rasa ke Indonesian memudar. @arkam

Buat saudara kamu semua yang berada di atas miniatur burung kasuari ini sebutan lain untuk Papua, kalender yang terpasang di atas dinding rumah mulai berganti hari menuju tanggal 17 April 2019,  hari dimana kamu semua yang ada di Tanah ini akan menyaksikan melatih putih layu dan berguguran di atas surga kecil ini, sebab tidak ditanam pada tempat yang tepat serta tidak dipupuk dan dirawat dengan baik pula.

17 April 2019 waktu di mana kita semua akan menyaksikan  retaknya relasi sosial yang telah terawat puluhan tahun lamanya mulai renggang karena keputusan-keputusan yang kita ambil Sendiri dalam memilih dan hari itu juga barulah kita sadari bahwa zaman sudah berubah karena digerakkan oleh sebuah mesin yang diberi nama kebohongan.

Kebohongan itu dikelola dengan baik oleh orang-orang jenius yang telah dengan baik pula membaca dan atau menerawang  titik yang bisa ditembus, guna mematahkan jaringan sosial yang telah terbangun ratusan tahun dan diwariskan dari generasi ke generasi mulai membesar retakannya karena anak negeri mementingkan dirinya sendiri dengan memilih sesuai kepentingan politiknya dan mengorbankan masa depan generasi penerus di Tanah Leluhur.

Masa lalu masih merupakan rujukan atau sumber bacaan terbaik untuk  mengelola masa depan yang lebih baik dari hari kemarin serta hari ini dan selanjutnya adalah Panggilan jiwa  atau dalam buku suci dalam buku suci biasa disebut Calling. dalam organisasi baik politik maupun bukan seharusnya sudah dipraktekkan dengan baik dan benar.

Panggilan jiwa sebenarnya sudah secara jelas memberi gambaran bahwa pemilihan bidang pekerjaan itu sudah sesuai dengan kompetensi yang dimiliki oleh masing-masing individu sebagai makhluk sosial yang saling bergantungan satu sama lain serta bermanfaat bagi orang-orang di luar pekerjaan kita.

Teori panggilan jiwa merupakan sebuah model yang bisa digunakan untuk membuat takaran ketika selesai pesta demokrasi pemilihan anggota legislatif pada tanggal 17 April 2019 nanti.  panggilan jiwa ini juga sebenarnya sebagai informasi tambahan untuk memperbaiki atau mengoreksi diri pada kontestan yang masih tersangkut atau tidak terpilih berdasarkan keterwakilan masing-masing partai maupun kelompok serta individu,  agar di kemudian hari tidak terjadi konflik.

Sementara itu bila selesai pesta demokrasi tanggal 17 April 2019 dan banyak anak-anak negeri di atas tanah kasuari ini yang terkena dampak stres karena tidak terpilih mewakili dapilnya masing-masing, Harus dilihat sebagai informasi awal bahwa panggilan jiwa untuk mengabdi kepada masyarakat bukan melalui jalan Politik.

Pesta demokrasi 17 April 2019 dengan begitu banyak analisis memakai model-model statistik terbaik di planet yang hanya satu ini untuk memprediksi siapa sebenarnya yang menjadi pilihan terbaik masyarakat indonesia terutama yang berada di tempat matahari pertama kali terbit ini. Dengan begitu banyak para pengamat politik sampai-sampai diprediksi juga boleh pengamat amatiran yang hanya dengan membaca guntingan lembaran demi lembaran media cetak maupun elektronik memberi argumentasi juga jual beli online yang dibuat sendiri.

Analisis yang disampaikan berbagai pengamat pada intinya memberikan informasi kepada masyarakat indonesia secara luas bahwa yang terpilih nanti adalah pilihan terbaik di indonesia, apa itu harus didukung dengan 2 maupun materi untuk menata indonesia lebih baik di masa depan.

Ada nggak salat dulu udah beda pendapat counter masing-masing tokoh serta partai pendukung maupun masyarakat luas wajar-wajar saja sebagai bagian dari penataan demokrasi indonesia menuju titik yang lebih baik yaitu adil dan bermartabat sudah benar-benar dijalankan. Dalam perjalanan ada terjadi sedikit turbulensi sebenarnya itu wajar-wajar saja karena pemerintah sedang mencari formula yang terbaik untuk indonesia seperti apa yang telah dicita-citakan oleh para pendiri republik ini.

Masa lalu merupakan tunjukkan terbaik yang dapat digunakan untuk memperbaiki dan indonesia ke arah yang lebih baik seperti yang sudah dijelaskan di atas, maka kita semua yang berada dalam planet yang hanya satu ini dituntut untuk memberikan kontribusi sesuai dengan kompetensi kita masing-masing dalam membangun bangsa ini@arkam
Dari beberapa sumber yang saya baca di internet maupun media cetak lokal bermunculan praktisi dan pengamat maupun akademisi yang menjelaskan mengapa begini, mengapa begitu tentang perilaku orang asli Papua yang katanya tingkat konsumtifnya tinggi, perilaku mirasnya juga tinggi sampai-sampai dibuat stikma habis bulan habis uang. Issu-issu ini membuat orang yang kurang paham seperti saya ini jadi tertarik juga untuk belajar tentang bagaimana membuat diaknosis yang benar untuk membuat orang asli papua menjadi layak dalam membangun ekonominya dengan tetap memelihara entitas lokalnya sebagai (local hero), sebelum mengetahui hal ini mari kita cari tahu dahulu ya...?
Saat ini kita sering mendengar “papua raksasa yang sedang tidur” asumsi ini diberikan karena papua kaya akan alam, laut dan udara, namun kita tidak mampu mengisi dapur misalnya PT. Freeport Indonesia, kampanye penanaman sejutah hekar kakao, sejutah hektar copy, sejutah hektar buah merah, sampai-sampai terciptanya disparitas buah asli papua dari produk A sampai Z, buah merah dari A sampai Z. Kepala dari A sampai Z semua itu secara ilmiah mampu memberikan kontribusi dalam peningkatan kesejahteraan orang asli papua apabila sudah di terapkan, namun sejauh ini masih sebatas demo diberbagai kesempatan pameranatau lebih umum biasa dibilang serimonial biar orang tahu bahwa pemimpin ini dan itu punya ide yang bagusNamun dalam perjalan lebih dari 100 hari kerja tidak tercantol juga pada kegiatan Lembaga yang seharusnya bertanggung jawab.
Perjalanan pembangunan infrastruktur ekonomi masyarakat lokal selalu menjadi tema sentral diberbagai forum diskusi tingkat pemerintah daerah sampai temu konsultasi lintas SKPD baik daerah dan lintas kementerian yang menjadi persoalan klasik adalah masalah demografi dan sosiologi dalam membawa orang asli papua mengenal ekonomi pasar. OAP adalah orang asli papua dalam catatan Antropologi disebut rumpun ras melanesia yang mendiami wilayah pantai dan pegunungan serta lembah-lembah di Papua (sekitar 250 suku). Suku-suku yang mendiami bumi kasuari ini memiliki tingkat kemajuan peradaban yang heterogen yang tentu saja membutuhkan pendekatan yang berbeda dalam memahami ekonomi pasar. Dengan melakukan literasi ekonomi melalui edukasi perkoperasian sehingga mereka menjadi layak memanfaatkan jasa layanan bank dan lembaga non bank. @arkam