Tahun ini awan terlihat gelap dipandang memakai kacamata jiwa, tahun penuh kecemasan, keraguan, kembimbangan, kepedihan yang datang dan pergi membuat beberapa individu yang berada di pusaran birokrasi ada yang gembira dan ada pula yang bersedih.

Proses lelang jabatan maupun perampingan organisasi di Pemerintah Daerah yang dilakukan memakai mekani
sme terbuka, membuat banyak individu yang gagal karena sedikit saja yang terpangil. Kegagalan yang diakibatkan proses diatas telah meninggalkan luka hati sebab kesempatan tertunda dengan waktu yang belum pati.

Gembira dan sedih ini, merupakan irama kehidupan di atas perahu yang diberinama organisasi sudah seharusnya dipandang sebagai sesuatu hal yang biasa dan bukan dilihat sebagai sesuatu yang luar biasa. Kompetisi sudah pasti sudah pasti hukumnya ada yang kala. Kekalahan itu perlu sekali dilihat atau diambil sebagai titik masuk untuk memperbaiki diri lebih matang lagi, agar event yang akan datang diperkecil resiko gagalnya.

Gambaran kasar terlihat bahwa masih banyak bisikan negatif yang terungkap dari beberapa individu yang belum memberi izin hati untuk menerima rasa kepahitan hidup ketika kehilangan jabatan dengan hasil seleksi tersebut, ini mungkin ada takarannya masing-masing dalam melontarkan kekecewaan mereka karena belum siap lahir batin yang paripurna.

Kompetisi itu sebenarnya bisa dilihat sebagai sesuatu yang postif seperti semasa masih menyandang status anak kampus, dimasa itu biasanya terjadi persaingan antar teman sebelahan kursi atau seangkatan yang normal saja yaitu nilai indeks prestasi yang berbeda antar teman kuliah.


Lahir batin masih mahal harganya atau masih jauh dari kondisi yang sebenarnya, ini dikarenakan masih ada penolakan yang dilakukan beberapa individu yang belum bisa menerima kenyataan kehilangan pendapatan berupakan fasilitas yang melekat langsung pada jabatan tersebut serta belanja operasional sehari-hari yang dibebankan pada organisasi akan terhenti otomatis.

Persoalan di atas, bila belum dikelola dengan baik, akan menimbulkan atau melahirkan energi negatif yang bermuara pada penurunan kemampuan berfikir postif serta cepat emosi. Persoalan tersebut perlu ada intervensi penyembuhan yang bersumber dari diri sendiri sebab penumpukan beban pikiran yang begitu berat akan menimbilkan sakit jiwa yang proses penyembuhan susah sekali diselesaikan dengan intervensi kimia.

Guru spiritual memberikan saran yang boleh dibilang sanggat ampuh untuk digunakan sebagai obat penyembuhan yang terbaik yaitu “tersenyum”. Menurut guru spiritual tersenyum memproduksi energi yang keberhingga dan senyum juga sebagai jembatan penghubung untuk memperbaiki atau mengantikan energi negatif dengan engergi yang positif.@arkam

Malam di Kota yang zaman lampau di juluki Hongkong di waktu malam, mulai perlahan-lahan susah diurus sebab sentuhan yang diberikan berlebihan kepada Port Numbay atau dengan kata lain sentuhan sudah semakin liar yang semestinya di batasi sebab daya dukung lahan pemukiman semakin kecil. Sementara yang menjadi fokus cerita adalah daya dukung jalan sudah kurang memadai untuk menampung kendaraan roda dua maupun roda empat.

Sedangkan fenomena lain yang menarik dan menimbulkan pertanyaan yaitu apakah dengan tumbuhnya Port Numbai ini, membuat Pemerintah sudah mengantisipasi tuntutan masyarakat yang terkena dampak polusi udara dan gangguan kebisingan lainya yang hanya menunggu waktu untuk dimuntahkan masyarakat dalam bentuk menyampaikan pendapat dimuka umum.

Melihat perkembangan kota yang sudah semakin padat ini, perlu ada kerjasama lintas organisasi antara pemerintah Portnumbay, Kabupaten Jayapura, Keerom yang dijembatani Provinsi untuk mempersiapkan langkah mengantisipasi dampak yang ditimbul di kemudian hari, misalnya membuat kebijakan yang meniru Daerah lain seperti DKI Jakarta yaitu : syarat pembelian kendaraan diwajibkan menyertakan foto garasi rumah.

Bergeser pada fenomena lain yang menarik untuk dilihat lebih dalam lagi yaitu kepadatan kendaraan di jalan raya maupun yang diparkir diatas trotoar, ini menimbulkan pertanyaan lagi dan lagi yakni apakah ukuran daya beli masih relevan dipakai kalau dilihat melalui ukuran kepadatan kendaraan.@arkam
Memasuki hari raya idul fitri 1440 H, ada guntingan yang menarik namun kurang menggigit dikarenakan apa yang ingin didapatkan ketika anda saya dan dia membaca lintas papua pada media cetak ternama seukuran papua yang dikenal dengan nama cenderawasih pos atau disingkat cepos edisi senin 04/06/2019.

Sebelum dilakukan pembedahan lebih dalam tentang “Musyawarah Adat” , ada baiknya anda saya dan kamu, melihat satu simbol dari alam tanah ini yang disampaikan penjaga sungai yang terkenal buas, namun ada pelajaran teramat penting yang perlu dipelajari dari kelebihan yang diberikan pencipta alam semesta kepada seekor buaya.

Dalam sebuah telaga atau sungai hidup seekor buaya yang dalam kehidupannya selalu tenang dan tidak bersuara bahkan tidak pernah merusak telaga dan sungai dan berontak kalau diganggu mahluk asing yang wilayahnya. Sementara itu, buaya tersebut bergerak mencari makan ketika lapar.

Filosofi buaya ini, coba anda saya dan dia lihat dengan memakai kacamata adat sebagai alat masuk untuk mengurai masalah apa yang sebenarnya membuat luka hati semakin perih dengan memuntahkan aroma tak sedap, ini semua bersumber dari tanah garapan mereka sudah mulai langka atau main menipis manfaat ekonominya.

Luka hati yang lebih perih dan ekstrim yaitu sex ratio mereka mulai menurun perlahan-lahan, bila dilihat dari populasi masyarakat asli yang cenderung menurun, masalah ini melahirkan perkiraan sementara yaitu waktu mereka hampir sebagian besar digunakan untuk bergulat mengisi kampung tengah (perut) yang membuat terbatasnya waktu untuk melakukan aktivitas sex.

Penyebab lain yang diperkirakan ikut menyumbang penurunan populasi masyarakat asli, ini disebabkan oleh beberapa masyarakat asli yang hanya mementingkan dirinya sendiri dengan mengabaikan tumbuh kembangnya generasi penerus warga mereka atau dengan perumpamaan yakni “tongkat estafet diberikan kepada siapa”.

Beberapa masyarakat asli yang berperilaku negatif atau mementingkan dirinya sendiri, sampai ketika berada pada satu masa dimana Ia mulai merasa terancam, maka pada saat itu Ia mulai sadar bahwa marganya hilang merupakan hutang yang harus dilunasi atas perilaku mereka selama masih berkuasa.

Tikar adat yang dilakukan berdasarkan 4 golongan mata angging suku Marind yaitu Mayo, Timo, Sosum dan Esam sebagai pemilik tanah lulur mulai berontak karena pekarangan rumah mereka mulai masuk keluar migran tanpa pajak.

Pesta adat yang dilakukan bermaksud menyampaikan kepada penduduk migran bahwa tanah ini bukan tanah tak bertuan, tanah ini ada penjaganya. Mereka mulai melakukan perlawanan, namun para migran sudah migrasi puluhan bahkan ratusan ke tanah ini.

Filososi sederhana yaitu kalau mau masuk ambil barang di ladang (kebun) orang harus meminta izin sama pemiliknya, sebab kalau mengambil tanpa seizin pemilik ladang itu berat hukumnya kalau sampai tertangkap.

Bila dilihat dari berbagai konflik yang terjadi di hampir semua wilayah di tanah ini, masalahnya hanya satu yaitu konflik kepemilikan properti yang disebabkan motif ekonomi sudah terbungkus pada properti yang dimasa lampau properti tersebut digunakan secara bersama-sama, namun berkembangnya waktu properti mulai jadi sengketa karena yang dilihat nilai ekonominya. 

Migrasi besar-besaran tanpa pajak ke tanah Animha dilakukan melalui gerbong transmigrasi yang mulai tumbuh dan berkembang menjadi komonitas besar yang berfungsi sebagai generator pengerak ekonomi yang mengurita keseluruh wilayah selatan Papua. Komunitas migran ini telah berevolusi dalam struktur sosial ekonomi selatan.

Penetrase kelompok migran mulai bergeser dari wilayah ekonomi kewilayah politik, ini mulai terlihat dari pemilihan anggota dewan perwakilan rakyat daerah Merauke sebagian besar kursi diambil oleh kelompok migran, dengan komposisi itu, maka sebagian besar keputusan strategis yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak akan ditentukan kelompok migran.

Fenomena ini, yang membuat masyarakat asli yang sudah terdidik mulai berteriak dibawah bendera para-para adat, ini dilakukan agar kelompok migran harus sadar diri dan selalu mematuhi tatakrama yang sudah ditetapkan adat secara turun temurun.@arkam
Meibrat merupakan satu Kabupaten terunik di pedalaman kepala burung, ini dihuni tiga suku besar yakni Ayamaru, Aitinyo dan Aifat yang pada masa lampau disebut dengan nama Ayamaru yang dalam perjalanan pemerintahan setelah dibentuk kabupaten ini penuh dengan misteri karena susah diukur memakai akal sehat. 

Perjalanan Pemerintahan Daerah yang
 misterius ini disebabkan terjadi lompatan budaya yang membuat sistem Pemerintahan dijalankan berdasarkan konsep like and dislike yang dilakukan pembuat kebijakan yang bahasa kasar suka-suka hati.

Terjadinya lompatan budaya atau ada sistem nilai yang terbangun ribuan tahun lalu, dipatahkan pemikiran generasi atau kelompok intelektual dengan tingkat pendidikan yang ditamatkan digunakan untuk membuat rumitnya masalah sistem politik di tanah A3.

Lihat dari sisi yang lain, bisa juga dijelaskan bahwa perkembangan pemerintahan saat ini lebih primitif sebab orang A3 kembali tinggal dalam lubang gaaNya masing-masing, serta menumbuh kembangkan status nepotisme kelompok yang kuat dalam pemerintahan yang melayani.

Sementara itu, perjalanan organisasi di era kekinian dihuni oleh tiga kelompok dalam gerbongnya masing-masing yaitu (1) kelompok intelektual; (2) kelompok aktivis; dan (3) Kelompok Religius. Tiga kelompok besar ini, masing-masing memainkan peran di eranya masing-masing.

Kelompok Intelektual, ialah kelompok yang biasanya konsen berbicara atau menyampaikan gagasan atau pendapat kebanyakan dilakukan dengan membuat perbandingan baik empiris, teoritis maupun fenomena, biasa berdasarkan kota asal studi baik dalam maupun luar Papua. Kelompok ini perkembanganya mulai pelan-pelan tergeser di bumi A3.

Kelompok Aktivis, ialah kelompok yang berisikan anak-anak mudah terdidik yang konsen memberikan advokasi lingkungan dengan memakai bendera kelompok swadaya masyarakat yang dalam perjalanannya belum begitu banyak membuat perubahan di bumi A3.

Kelompok Religius, ialah kelompok religius yang melahirkan sebuah paham bahwa bersama kelompok ini, sudah pasti masuk surga, kelompok ini mulai tumbuh subur di bumi A3.

Berbagai kelompok kepentingan yang sekarang membuat panggung pertunjukkan dengan memakai lipstik pesta rakyat, ini sudah saatnya mulai sadar bahwa keputusan satu paket dengan resiko. Keputusan yang dibuat selalu memuat unsur efektif.

Orang bumi A3 sudah seharusnya belajar sama orang Bali, kenapa harus belajar ke Bali, mereka bukan siapa-siapa dengan kami atau satu ras dengan orang A3, ini pertanyaan yang akan muncul.

Tahun 2002, peristiwa bom Bali yang dilakukan teroris itu, banyak menewaskan ribuan orang yang tak berdosa ini, ditanggapi dingin orang Bali, yang bisa dilihat dari masyarakat Bali hanya diam dan menerima peristiwa tersebut walaupun menyakitkan mereka. Aksi balas dendam sama sekali hilang dari pikiran masyarakat itu sendiri.@ARKAM
Melihat kebijakan Pemerintah Daerah membangun pasar yang dipengaruhi turbulensi Politik pada saat bergulirnya pesta Demokrasi itu, membuat rembesan menjadi gesekan kecil antara beberapa individu yang terlalu dibesar-besarkan oleh beberapa individu lain untuk memuluskan kepentingan mereka itu yang penting dilihat warga masyarakat.

Persoalan turbulensi politik membuat Pemerintah Daerah membuat kebijakan belanja modal dengan membangun pusat aktivitas ekonomi masyarakat tanpa melalui sebuah kajian akademik yang baik akan bermuara pada aset tidak produktif.

Pengeluaran Pemerintah Daerah yang diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (DAU, DAK, OTSUS, PAD, SILPA) akan membentuk belanja modal yang terakumulasi ke dalam aset daerah, ini perlu dikelola sesuai dengan perencanaan.

Keputusan pembangunan pasar diambil dari persoalan politik dengan mengabaikan aspek ekonomi akan melahirkan resiko kegagalan yang besar di masa depan karena aspek kelayakan sebuah pasar diabaikan pembuat kebijakan.

Alat bantu yang dipakai untuk memberikan edukasi kepada para pengambil kebijakan ini, penulis meminjam pesan Zocrates yang menjelaskan bahwa “Sesuatu Yang Tidak Di Teliti, Tidak Pantas Untuk Di Jalani”. 

Pesan Zocrates ini teramat sanggat tepat dipakai sebagai jembatan untuk memberikan pencerahan secara rasional walaupun saran penulis terlambat, namun mungkin masih bisa dijadikan pertimbangan untuk pengalihan fungsi bangunan tersebut menjadi Market Point di batas kota. 

Secara teori yang belum terbantahkan selama ini bahwa membangun sebuah pasar perlu ada kajian kelayakan secara ekonomi yang komprehensif sebab orientasi belanja pembangunan sebuah pasar adalah menaikan Pajak Daerah.

Pasar secara teori merupakan tempat pertemuan antara produsen dan konsumen atau petani dan pembeli dengan aktivitas pertukaran barang dengan alat ukur uang. Persoalan yang akan dihadapi ketika pasar sudah terbangun adalah siap pembeli utama atau konsumen target utama ketika pasar dibangun siapa.@arkam

Perkembangan revolusi industri yang dimulai dengan 1.0 2.0 3.0 dan 4.0 yang telah terjadi di belahan dunia barat sangat cepat dalam merubah perilaku individu dan organisasi secara global dengan daya ledak yang cukup kuat sampai di indonesia.

Perkembangan teknologi secara langsung juga memberi dampak kepada perubahan lingkungan baik ke dalam maupun keluar yang telah berimbas pada perilaku individu yang ikut terkoreksi. Akibat perkembangan teknologi juga mempengaruhi tindakan individu dan organisasi.

Melihat perkembangan revolusi industri 4.0 yang semakin membumi dan telah menggeser cara-cara kerja konvensional kecara kerja berbasis teknologi informasi ini menuntut desain ulang fremwork sebab masalah ada pada cara berpikir beberapa individu yang belum siap menerima perubahan.

Kesiapan individu untuk menerima revolusi industri 4.0 masih mengalami hambatan yang disebabkan tingkat kemajuan dan kepemilikan moneter masih rendah, ini dilihat dari lompatan faseh atau revolusi dari fase peramu langsung dipaksakan lompat jauh pada industri 4.0.

Banyak lompatan yang dilewatkan membentuk perilaku individu untuk menerima kenyataan sedikit mengalami hambatan karena tingkat kemajuan yang rendah dalam menganalisis dan memecahkan masalah dengan berpikir positif. Fenomena ini bisa dilihat dari proses penarikan CPNS yang masih tersandung ofline online.

Penolakan seleksi memakai online mendapat penolakan, ini disebabkan prasangka berlebihan yang mengalir membentuk kemarahan tanpa alasan jelas. Prasangka juga disebabkan tingkat kemajuan pendidikan masih rendah yang membuat bersaing secara terbuka masih terus menghantui mereka.@arkam

Masa lalu masih memiliki ekor panjang sampai hari ini, yang terus menggelinding bagaikan bola salju. Masa lalu masih memiliki ekor panjang atau dalam istilah kekinian susah move on. Fenomena ini bisa diamati atau di scan dari segala persoalan yang terjadi selalu saja disebut Amber/ Pendatang/ Non Papua sebagai penyebab masalah.

Pendapat seperti ini sebenarnya kecenderungan lebih besar dipengaruhi informasi masa lalu yang diceritakan berulang-ulang tentang status Papua dalam peta Indonesia, yang menurut kaum terdidik dan masyarakat kebanyakan belum sah. Status Papua ini diduga sebagai “Luka Jiwa” yang membuat sampai rasa ke Indonesia orang Papua menjadi ganda. 

Sumber penyebab luka jiwa di atas, masih menjadi gorengan yang menarik, lesat dan gurih serta harganya murah meriah ini dikelola dengan baik dan cerdas oleh kelompok intelektual yang katanya nasionalis untuk mencapai tujuan individu kelompok dan golongan.

Hasil scan yang dilakukan melalui berbagai peristiwa perjalanan Papau sampai tahun ini memberikan informasi bahwa pertarungan terbuka melalui partisipasi langsung warga memilih siapa yang diunggulkan sebagai perpanjangan tanggan di parlemen menjadi lemah sebab modal hitam kulit keriting rambut tidak cukup sebab menjadi minoritas dalam daftar pemilihan tetap.

Keterwakilan di parlemen semakin menurun, ini juga perlu di lihat sebagai sebuah teguran keras atas perilaku kita yang mementingkan diri sendiri dan kurang melihat efek keberlanjutan dan diperparah lagi namun belum disadari bahwa politik kekhususan membuat Orang Asli Papua kembali hidup dalam goanya masing-masing.@arkam

Sore menjelang malam di sudut kampus cemara, bertemu dengan seseorang tokoh pendidikan dan juga sekaligus sebagai pengamat politik yang sudah terkenal dengan pemikiran-pemikiran yang cerdas dalam membedah persoalan dalam latar alamiah.

Tema diskusi yang diangkat terkait dengan masalah yang telah menjadi trending topic di media sosial dan media cetak yang dilakukan orang asli papua untuk menolak rendahnya keterwakilan mereka dalam parlemen. Protes yang dilakukan orang asli papua dimulai dari kabupaten merauke yang berlanjut ke beberapa titik di tanah papua.

Mereka berontak karena keterwakilan mereka melenceng jauh dari yang diperkirakan, mereka tidak memakai ukuran daftar pemilih tetap sampai dengan mekanisme yang ditetapkan partai politik bahkan sampai menolak menerima stempel pemilih minoritas.

Sorotan diskusi lebih terfokus pada pertanyaan sejauh mana peran pemerintah melihat persoalan tergusurnya orang asli papua di parlemen sebagai ancaman serius di masa depan kalau dibiarkan pemerintah daerah akan memuntahkan aroma tak sedap dalam bentuk konflik sosial.

Ada harga yang harus dibayar dalam menyelamatkan hak dasar orang asli papua dengan cara pemerintah mengeluarkan kebijakan pembatasan jumlah partai politik atau mendorong tumbuh kembangnya partai politik lokal seperti yang diamanatkan dalam politik kekhususan.

Pembatasan partai politik pasti agak sulit dilakukan, namun untuk menjaga rantai nilai sosial orang asli papua, maka pemerintah daerah harus berani membuat kebijakan yang didudukan pada politik kekhususan sebagai jalan tengah untuk merendam konflik sosial.

Melihat fenomena yang terjadi, maka secara sadar orang asli papua dengan para pemangku kepentingan harus belajar dari aceh, tentang bagaimana menghidupkan partai lokal sebagai kendaraan utama untuk membangun indonesia dengan sistem pemerintahan syariat islam.

Kembali pada rendahnya keterwakilan di parlemen, sampai-sampai menimbulkan berbagai prasangka antara si A sampai Z saling curiga mencurigai dan juga saling menuduh. Masalah saling curiga, sampai lupa pada harga yang harus dibayar sebuah keputusan kalah harus diterima.@arkam
Ananias anak muda yang diizinkan sang pencipta untuk melihat dunia pertama kali di satu tempat yang diberi nama sorong ke selatan.
Pada masa beraromah putih abu-abu, Ananias menuliskan masa depan di sebuah sekolah menengah atas di sorong ke selatan.
Di kelas sekolah itu, Ananis duduk sebelah dengan seorang teman yang berjenis kelamin perempuan yang lumayan cantik ukuran sorang ke selatan.
Hari terus berjalan meninggalkan minggu menjadi bulan dan bulan menjadi tahun yang tidak terasa telah mengantarkan Ananias menuju garis finish dengan meninggalkan putih abu-abu.
Di masa sekolah yang dijalankan dari kelas pertama sampai kelas ketiga, Ananias mulai mengungkapkan rasa yang terpendam dalam dada kepada teman kelas yang duduk di sebelah kiri dengan jarak kurang lebih 1 meter lebih sedikit yang namanya Mawar.
Dengan hembusan nafas agak sedikit sesak, Ananias memanfaatkan jam istirahat kelas untuk mengungkapkan rasa dengan bertanya...Mawar apakah kamu mau menjadi pacar aku….
Mawar hanya melepas senyum pada Ananias….Namun Ananias bertanya lagi pada Mawar….apakah kamu bersedia jadi pacer aku….Mawar memberi jawaban maaf Ananias…...kenapa kamu menolak menerima cinta aku.
Jawaban Mawar….saya tidak suka laki-laki yang suka merokok dan minum-minum...mendengar alasan itu, Ananias langusng pergi berlalu meninggalkan Mawar.
Setelah merampungkan ujian sekolah dan dinyatakan lulusan dengan menerima surat yang menerangkan telah menyelesaikan pendidikan di kota sorong yang keselatan. 
Ananias merantau guna melanjutkan pendidikan kesalah satu perguruan tinggi yang cukup punya nama seukuran Kota Sorong.
Setelah mengambilkan formulir dan merampungkan segala administrasi masuk sebuah perguruan tinggi umumnya yang dilanjutkan mengikuti tes masuk. Setelah selang satu minggu keluar informasi Ananias dinyatakan lulus.
Ananias mengikuti proses transformasi dalam industri jasa yang disebut pendidikan itu dengan aktivitas perkuliahan dan kegiatan pengembangan diri itu, Ananias tergabung dalam kegiatan Kerohanian... 
Ananias memilih kegiatan Kerohanian sebagai jalan masuk utama untuk meningkatkan nilai spiritual agar selalu terhindar dari perilaku negatif. 
Hari terus berjalan berganti minggu dan minggu berganti bulan dan bulan berganti tahun, Ananis sudah semakin fokal mengungkapkan pendapat di muka umum, ketika ada gerakan membela orang kecil, ananias selalu tampil terdepan yang membuat Ananias semakin matang dalam mengeluarkan pendapat.
Dalam rutinitas yang padat antara kuliah dan organisasi kemahasiswaan di kampus, Ananias selalu menyisihkan sedikit waktu 1 sampai 2 jam untuk berolahraga guna memastikan tubuh tetap aman.
Tempat mengeluarkan racun atau energi negatif di dalam tubuh Ananias dengan memanfaatkan ruang public yang telah disediakan pemerintah bagi warga kota yang tidak punya cukup uang untuk belanja kesehatan dengan memanfaatkan Taman Deo sebagai tempat jalan sore.
Di suatu sore, Ananias sedang jalan-jalan di taman deo, dengan tidak sengaja pula, ananias berjumpa dengan Mawar yang tidak lain merupakan teman satu sekolah di kota sorong selatan lagi duduk bersama pacar yang satu sekolah namun beda jurusan itu.
Menangis melihat pacarnya Mawar menghisap rokok malioboro putih, mimicu memori Ananias terbuka kembali dengan memunculkan pertanyaan pada Mawar….. Itu pacar kamu ya dan Mawar menjawab iya itu pacar saya….. mendengar jawaban Mawar…. Ananis belum puas dengan jawaban Mawar itu...Ananias bertanya lagi dan lagi pada Mawar...Waktu sekolah kamu menolak cinta saya dengan alasan saya suka merokok dan minum-minum. Ternyata hari ini saya lihat kamu pacaran dengan lelaki perokok dan peminum berat.
Mana yang benar : ( ) Cinta itu Rasa….. ( ) Cinta Itu Anugrah atau ( ) Cinta Itu Sebab atau Cinta itu apa menurut kamu….

@arkam

Pesta rakyat tinggal menunggu rekapan hasil akhir siapa-siapa yang mewakili rakyat di parlemen itu masih meninggalkan bekas luka yang proses penyembuhannya makan waktu lama. Saya kau dan dia pasti tidak mau menerima hasil akhir dari sebuah pertandingan karena ukuran yang dipakai perbandingan.

Perbandingan merupakan semua fenomena yang baru diproduksi pada pelaksanaan pesta demokrasi itu, namun fenomena itu merupakan bawaan pengalaman masa lalu yang hadir berulang kali dalam kehidupan sehari-hari selalu memandang sesuatu memakai perbandingan.

Fenomena itu biasanya juga terlihat pada pengklasifikasian yang dibuat kau saya dan dia memakai ukuran pendidikan yang ditamatkan, kota tempat studi dulu, status sosial yang dimunculkan sebagai ukuran untuk menilai kemampuan individu yang menjadi target untuk dibully.

Bila ditarik lebih jauh lagi ke wilayah pemerintahan masih juga ditemukan perbandingan-perbandingan disampaikan langsung maupun tidak langsung pada pelaksanaan suksesi pergantian pimpinan di level atas sampai level terkecil.

Saya kau dan dia biasanya tidak secara sadar membandingkan kepemimpinan yang dulu dengan kepemimpinan yang sekarang, misalnya bonus yang diberikan pimpinan yang dulu lebih baik dari yang sekarang atau pimpinan yang dulu lebih komunikatif dari yang sekarang.

Perbandingan sebenarnya merupakan referensi rujukan untuk melakukan perbaikan-perbaikan nilai hidup maupun penetapan target capaian organisasi, namun harus dilihat dari aspek ruang dan waktu, misal kapan saya kau dan dia membuat perbandingan kapan tidak membuat perbandingan.

Catatan para pakar psikologi yang tertinggal di ruang baca menyebutkan bahwa selama saya kau dan dia masih terus membandingkan nilai lebih dan nilai kurang secara personal, maka mulai saat itu star menderita karena sakit jiwa.

Dalam catatan religius disebutkan hidup adalah sebuah kesempatan untuk melayani Tuhan, yang menyebabkan saya kau dan dia menegakkan aturan ini dalam kehidupan sehari-hari sampai lupa tugas saya kau dan dia untuk menghadirkan tuhan dalam perbuatan, misalnya membantu membayar hutang kredit, biaya rumah sakit, pendidikan orang kecil.

Tulisan di atas ini merupakan sebuah ajakan untuk saya kau dan dia dalam mengambil keputusan melangkah maju perlu memastikan satu langkah itu penting, kalau penting diperjuangkan kalau tidak penting, maka saya kau dan dia harus memastikan bahwa kita sama-sama melayani umat Tuhan, namun jalannya saja yang berbeda. @arkam

Lihat kawan, informasi minggu ini cukup menarik untuk dianalisis dan diperdebatkan akan bermuara pada satu titik saling melempar tanggung jawab. Sebab informasi tersebut berkaitan langsung dengan hak hidup orang asli papua dalam politik kekhususan.

Kawan siapa sih yang sebenarnya bertanggung jawab mengawal politik khususan yang telah diberikan dalam bentuk undang-undang. Ini menimbulkan suatu soal yang belum diselesaikan ataukah sengaja tidak dikerjakan yaitu kalau kawan sudah mengerti arti undang-undang kenapa harus diperdebatkan lagi.

Informasi kemarin penerimaan pegawai negeri sipil menjadi trending topic di beberapa media cetak maupun media online yang memunculkan berbagai macam tafsiran negative para pencaker orang asli papua yang menyoroti mekanisme afirmasi dengan formula 80 : 20 yang diamanatkan dalam undang-undang politik kekhususan.

Kawan kita semua perlu mengucap syukur karena formasi tersebut dimunculkan setelah pesta rakyat berakhir sehingga tidak ada yang dirugikan gorengan gorengan politik yang menumpang di atas kendaraan 80 : 20 sebagai senjata yang ampuh untuk mencapai target sebagai wakil rakyat atau pimpinan daerah.

Sejarah undang-undang politik kekhususan sudah dijelaskan sejelas-jelasnya tentang 80 : 20, namun dalam perjalanan tidak diperjuangkan melainkan diperdebatkan dan saling melempar tanggung jawab sampai-sampai juga pada saling curiga satu sama lain yang membuat 80 : 20 masih terus diperdebatkan.

Kawan terpilih sebagai pimpinan daerah atau wakil rakyat sampai pada organ-organ yang terkecil dengan ranting-rantingnya diberikan kewenangan untuk memperjuangkan apa yang menjadi mimpi bersama seperti dalam simbol padi dan kapas sebagai cita-cita bersama.

9 dari 10 pencaker asli papua menaruh harapan besar untuk 80:20 sebagai pilihan terbaik dibandingkan penerimaan memakai sistem online maupun offline yang ditawarkan pemerintah. Mekanisme online maupun offline di beberapa media para analis masih mempersoalkan transparansi dan akuntabilitas pimpinan daerah.

Fokus analisis saya kau dan dia hanya terbatas mendiagnosis makna atau nilai yang masih bersembunyi dalam ungkapan tanggung jawab. Dalam kehidupan sehari-hari saya kamu dan dia selalu saja menemukan ungkapan tanggung jawab disampaikan ketika terjadi sebuah peristiwa, misalnya berani berbuat salah berani tanggung jawab.

Informasi minggu ini tentang formasi penerimaan pegawai negeri sipil memunculkan berbagai protes pencaker asli papua yang menuntut afirmasi serta sistem penarikan memakai mekanisme offline sebagai sebuah tanggung jawab yang harus dipegang pimpinan daerah di tanah papua.

Pencaker asli papua melakukan perlawanan kepada pemerintah daerah merupakan harga yang harus dibayar karena utang pejabat daerah selamat bertugas tidak memperjuangkan politik ke khususan sesuai dengan yang diharapkan masyarakat. @arkam

Ananias nama kebetulan dalam cerita, terlahir dari keluarga yang kehidupan rohani orang tuaNya terbilang baik, Ananias dan keluarga besar pihak Papa dan Mama hidup menurut doktrin atau nilai yang sudah ada sejak puluhan tahun, masih terpelihara dengan baik sampai tahun ini. 

Doktrin hidup yaitu gelap ada setan, semak ada ular, nakal tete manis marah dan informasi negatif lainnya terekam dalam memori Ananias sejak nol tahun sampai dengan usia lima tahun doktrin negatif itu perlahan-lahan muncul membentuk perilaku dan karakterNya.

Untuk mengungkapkan nilai yang tersembunyi dibalik doktrin itu, maka kita perlu melihat elemen yang lain yaitu rantai makanan yang menghadirkan satu peristiwa dimana terjadi perpindahan energi atau makanan dari yang satu ke mahluk hisup yang lainnya dalam satu urutan, misalnya burung makan ular makan tikus makan padi.

Manusia juga merupakan mahluk hidup yang terbentuk melalui satu mata rantai yang juga menghadirkan peristiwa yang memiliki ruang dan waktu masing-masing, misalnya bayi, anak, remaja, dewasa, manula. Proses perkembangnya manusia dikendalikan oleh satu mesing kendali besar yang dinamakan jantung atau pusat engine kendali itu perlu dikelola sebaik mungkin.

Ananias nama kebetulan dalam cerita, menghabiskan hidup semua didoktrin keluarga dekat serta keluarga sedaerah bahkan selingkungan tempat tinggal Ananias. Energi negatif yang diberikan yaitu setiap peristiwa yang terjadi antar sesama selalau saja yang didahulukan ialah kalimat sabar ya walaupun ananias merasa dirinya tidak bersalah dan dia yang disakiti, namun sejak kecil udah didoktrin dengan nilai kesabaran yang sudah membeku dalam diri Ananias.  

Guru spiritual di jalan kedamaian menjelaskan manusia yang suka mengeluarkan kata-kata yang negatif itu mengisyaratkan jiwanya tersakiti karena lahir dan dibesarkan dalam lingkungan yang keras menyebabkan mesin kendal besar yang di yang diberi nama jantung selalu merespon sesuatu dengan negatif.

Di jalan kebenaran sabar di kenal sebagai suatu kalimat yang memproduksi energi negatif yang harus diputuskan atas nama sebuah keadilan sebab Ananias selalu percaya Tuhan punya rencana yang indah dan tugas Ananias selalu memastikan Tuhan hadir dalam setiap apa yang dilakukan Ananias. @arkam

Membaca sejarah awal lahirnya demokrasi yang selalu diperdebatkan berbagai kepentingan yang menginginkan organisasi dijalankan sesuai hak warga. Demokrasi dalam pemahaman yang lebih sederhana mungkin bisa juga digambarkan seperti sebuah akuarium yang bisa dilihat dari semua sisi dan dikontrol sepenuhnya oleh warga. Demokrasi ini lahir juga dari pemikiran beberapa orang yang menginginkan pemerintahan dikelola secara bersih, namun di lain pihak ada yang menolak paham demokratis.

Membaca hak warga negara untuk mencalonkan diri dan dicalonkan dalam sebuah suksesi dengan menumpangi partai politik sebagai kendaraan untuk memperjuangkan apa yang menjadi kerinduan para calon untuk mewujudkan keinginan pribadi, kelompok kepentingan atau golongan. Analisis kita terpusat pada kandidat-kandidat yang berasal dari Papua atau lebih populer dibilang orang asli papua (OAP). Perjalanan politik orang asli papua di era kekinian setengah hidup.

Setengah hidup perjalanan politik Orang Asli Papua atau dalam penjelasan yang lain bisa juga disebut prematur karena rentang sekali dimasuki virus. Rentan sekali terhadap virus dikarenakan tingkat kemajuan (pendidikan) kurang baik membuat framework mereka yang tidak pernah memikirkan bahwa keputusan apapun yang diambil selalu satu paket dengan resiko.

Pesta demokrasi yang sudah berlalu namun masih memiliki ekor panjang sampai hari ini, yaitu ketidakpuasan orang asli papua menerima kenyataan dengan rendahnya keterwakilan mereka di parlemen, kekecewaan mereka dilampiaskan dengan pesta adat maupun demonstrasi di beberapa titik di tanah papua maupun diskusi di media online atau kedai kopi terkait hak politik kekhususan.

Gambaran keterwakilan orang asli papua di parlemen yang bila dikaitkan dengan politik kekhususan secarah nyata tidak sesuai dengan yang diharapkan, bila diukur dengan keterwakilan kursi di parlemen menggelitik penulis untuk memberi simpulan bahwa rendahnya keterwakilan merupakan hutang yang harus dibayar karena perilaku orang asli papua tidak pernah mau sadar cara hidupnya yang seperti benalu hutan. 

Rendahnya tingkat kemajuan membuat proses pengambilan keputusan kurang mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi sebab setiap keputusan biasanya satu paket dengan resiko. Resiko merupakan elemen kunci yang sudah dipersiapkan secara matang dalam menerima kekalahan walaupun itu menyakitkan.@arkam

Pada suatu hari, libur satu keluarga sukses dan terkenal serta terpandang melakukan travelling ke suatu tempat yang panorama alam bawah lautnya menyimpan sejuta misteri. Keluarga sukses ini mulai berangkat dari rumah mereka menggunakan mobil pribadi yang harganya ratusan juta rupiah. Perjalanan menuju dermaga ditempuh kurang lebih 4 jam lebih sedikit.

Setibanya di dermaga penyeberangan, keluarga kaya rayah ini membeli karcis masuk dan tiket atau pasjalan sebagai kelengkapan administrasi pelayaran kapal wisata tersebut. Perjalanan ke tempat wisata ditempuh kurang lebih 2 jam perjalanan waktu normal atau tergantung cuaca. Kalau cuaca kurang baik, perjalanan biasanya 3 jam.

Keluarga kaya raya ini, sudah berada di dalam kapal bersama dengan penumpang lain yang juga memiliki rute yang sama, penumpang kapal kurang lebih ada sekitar 50 orang penumpang yang kalau ditotalkan kurang lebih 100 orang penumpang karena sudah termasuk dengan anak buah kapal dalam manifest perjalanan.

Umumnya dalam pelayaran, biasanya disampaikan tentang aspek-aspek keselamatan serta keamanan transportasi Publik serta harus kemana menyelamatkan diri ketika terjadi kebakaran atau peristiwa lain yang mengancam nyawa pengumpan.

Pada saat anak buah kapal di ruang kemudi menyampaikan informasi tentang keselamatan penumpang, maka pada waktu berselang 5 menit si anak orang kaya ini bertanya kepada papanya, papa apakah papa tahu bahwa penumpang yang berjumlah 100 orang ini hanya anak papa yang tidak bisa berenang ketika kapal tenggelam.

Anak itu bertanya lagi kepada bapaknya, apakah papa sudah mengerti dengan pertanyaan saya, papanya terdiam dan mengeluarkan sapu tangan untuk membersihkan keringat yang mengalir begitu deras membasasi seluruh tubuhnya dan sesekali papanya sendiri bertanya pada dirinya kenapa anak laki-lakinya bisa bertanya seperti itu.

Papanya masih duduk terdiam, anaknya menjelaskan alasan kenapa memberikan pertanyaan seperti itu kepada papaknya karena papa hanya sibuk mengurus pekerjaan kantoranya serta waktunya semuanya dihabiskan bertemu dengan relasi kerjanya sampai tidak ada waktu untuk menyiapkan saya dengan menagar bagaimana berenang menyelamatkan diri ketika kapal tengelam. Papa tidak menyiapkan dayung untuk saya mendayung mengarungi samudara kehidupan yang bergerak semakin cepat ini dengan gaya saya sendiri.

Papa How Much Time Do You Have
Hari kemarin saya kau dan dia dihebohkan dengan informasi yang daya ledaknya besar namun kekuatannya tidak begitu besar sebab saya kau dan dia disibukan dengan pesta rakyat yaitu pemilihan presiden dan wakil rakyat pusat dan daerah yang membuat saya kau dan dia terlambat untuk memberikan analisis tentang persoalan yang terjadi pada Sekolah Dasar Buti Merauke.

Pelaksanaan ujian nasional yang dilaksanakan pemerintah daerah Merauke meninggalkan cerita untuk saya kau dan dia satu soal yaitu seberapa besar carrier cooling atau panggilan jiwa pimpinan daerah dan organ-organ yang ada di dalamnya menanggapi permasalahan tersebut dalam bentuk kebijakan pendidikan yang terarah dan terfokus.


Persoalan yang terungkap di SD Buti Merauke, memberikan informasi atau sudah sedikit menjelaskan layanan pendidikan yang disediakan pemerintah daerah masih sebatas perencanaan di atas perencanaan sementara politik kekhususan dengan keuangan otonomi khusus serta bantuan operasional sekolah kemana mengalirnya.

Secara kualitatif kemiskinan didefinisikan sebagai memiliki akses yang tidak memadai ke kebutuhan dasar manusia, seperti makanan, air, dan tempat tinggal. Bank Dunia secara rutin menggunakan metrik kehidupan dengan kurang dari $ 1,25 per hari untuk memberikan perkiraan kasar tentang kondisi keuangan mendasar kemiskinan.

Meminjam catatan media online mindcontroversy  yang menjelaskan kepada saya kau dan dia bahwa kurangnya pendidikan adalah salah satu akar penyebab kemiskinan. Pendidikan merupakan sebuah titik cahaya yang mengantarkan atau memungkinkan banyak orang untuk mengatasi kemiskinan melalui pendidikan.

Sementara dalam catatan UNESCO sering menyebutkan pendidikan sebagai great equalizer karena pendidikan dapat membuka pintu pekerjaan, mengkases sumber daya dan ketrampilan lain yang dapat digunakan untuk bertahan hidup karena  dengan ketrampilan membaca, maka kemiskinan dapat ditekan.

Fenomena yang menarik untuk dianalisis carrier cooling atau panggilan jiwa yang dikaitkan Limited Capacity of the Government yang diambil dari media online concernusa sebagai rujukan utama yang gunakan untuk membedah kapasitas pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada warga masyarakat asli papua yang penyebarannya berada pada kampung-kampung lokal dalam mengakses produk-produk pendidikan yang disediakan pemerintah daerah bersumber dari keuangan otonomi khusus dan bantuan operasional sekolah serta bantuan pendidikan lainnya yang diberikan oleh pemerintah pusat belum terlaksana dengan baik.

Persoalan anak sekolah dasar kelas 6 tidak bisa membaca dan menulis ketika mengikuti ujian nasional ini dapat disimpulkan bahwa masih rendahnya komitmen pemerintah daerah dan organ-organ yang ada di dalamnya bekerja tidak efektif. Rendahnya panggilan jiwa serta terbatasnya kapasitas pemerintah daerah tidak efektif dalam memperbaiki layanan pendidikan juga berkontribusi dalam menaikan angka kemiskinan.

Pemerintah Daerah tidak menyediakan infrastruktur yang diperlukan dalam penguatan manajemen pendidikan, misalnya pemberian insentif yang layak kepada para pendidik dan tenaga kependidikan. Keterlibatan semua elemen itu penting sebab dengan ketrampilan membaca kemiskinan dapat ditekan. @arkam


Mana Cerita Kamu……!


Papua mulai menata diri menyambut Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 dengan menata sarana dan prasarana penunjang utama untuk melaksanakan kegiatan PON pada beberapa daerah meliputi Jayapura, Kota Jayapura, Jayawijaya, Biak Numfor, Timika serta Merauke yang mewakili 5 wilayah adat.

Menimbulkan soal yang perlu dijawab yaitu seberapa besar kemampuan 5 daerah yang telah ditetapkan dalam memenuhi kebutuhan dapur hotel maupun penginapan lain dengan kuliner berlabel halal sebagai konsumsi utama para atlit, oficial serta perangkat pertandingan yang terlibat langsung maupun tidak langsung.

Fokus analisis hanya terbatas pada produk-produk siap saji yang berbahan dasar lokal diambil langsung dari pekarangan rumah warga pribumi yang tersebar pada 5 wilayah adat tersebut untuk digunakan sebagai konsumsi utama atau menu tambahan dengan kualitas terbaik yang diberikan label halal.

Pemberian label halal pada kuliner papua merupakan bagian dari pelayanan yang diberikan pemerintah daerah dan pihak penyelenggara pada masing-masing wilayah yang terorganisir pada suatu lembaga yang dibentuk Pemerintah Daerah tidak termasuk badan pengawasan obat dan makanan.

Manajemen logistik makanan sudah mulai dibangun dengan menunjuk pemain-pemain lokal yang memiliki kemampuan secara finansial untuk membangun gudang logistik pada masing-masing wilayah serta bekerjasama dengan pihak hotel yang telah ditunjuk sebagai tempat menginap para atlit untuk menyampaikan kesiapa hotel dari sisi logistik makanan.

Tulisan yang lalu disoroti panggung ekonomi rakyat pada pon 2020 yang lebih menitikberatkan pada sharing resource atau ekonomi berbagi yang dilakukan dengan memanfaatkan asset warga masyarakat yang lagi menggangur atau tidak digunakan disewakan kewisatawan lokal maun nasional dari 35 Provinsi yang sedang berlibur pada saat pekan olahraga nasional dilaksanakan.

Sedangkan cerita ini merupakan kelanjutan dari panggung ekonomi rakyat, namun lebih fokus pada kuliner lokal berlabel halal sebagai sorotan utama sebab secara umum produk siap saji sudah diwajibkan memakai label halal sebagai jaminan. Ini sebagai sebuah keharusan yang perlu dilakukan Pemerintah Daerah agar bisnis kecil bisa menerima dampak dari pelaksanaan PON tersebut.   

Pemerintah Daerah pada wilayah yang sudah ditetapkan sebagai tempat pelaksanaan kegiatan tersebut perlu secepatnya membangun komunikasi dengan pelaku bisnis kecil pada masing-masing wilayah untuk mempersiapkan diri menyedikan produk-produk lokal yang dikirimkan ke hotel dan penginapan melalui perantara organisasi yang telah dibentuk pemerinah daerah. Mekanisme seperti ini diambil sebagai jalan tengah untuk menjaga kualitas produk yang dihasilkan pelaku bisnis kecil tetap terjamin.@arkam

Mana Cerita Kamu……!
Melihat dari semakin menumpuknya kontainer di hampir sebagian besar pelabuhan laut di tanah papua yang dikaitkan dengan catatan para pakar maupun analis manajemen transportasi laut di indonesia di sana dijelaskan bahwa pertumbuhan tingkat pengiriman barang dari indonesia timur masih di bawah 30%.


Fenomena ini secara mendalam akan dianalisis memakai pendekatan marketing atau ilmu menjual untuk mengurai seberapa pentingnya atau manfaat yang diberikan para kepala pemerintahan beserta organ-organ yang ada di dalamnya dengan melihat penumpukan kontainer di pelabuhan.


Fenomena penumpukan kontainer di pelabuhan ini membuat anda saya dan kau untuk membuka anggaran pendapatan dan belanja daerah yang fokus pada penanaman modal. Ini merupakan ukuran sederhana yang digunakan untuk menyelesaikan soal di bawah 30% itu bisa terjadi.


Dalam berbagai kesempatan baik itu diskusi lepas para pengamat di berbagai pertemuan tentang Papua, pasti selalu menyoalkan potensi sumber daya darat, laut dan udara yang sudah disediakan sebelum tete manis menciptakan ras melanesia untuk menjaganya sebagai bagian terpenting dari warisan dunia di planet yang hanya satu ini.


Kembali pada soal penumpukan kontainer, maka dapat dijelaskan bahwa ilmu menjual belum diimplentasikan dengan baik oleh kepala daerah di hampir seluruh tanah Papua dalam menjual potensi daerah ini dengan cara mengajak pihak swasta bersama-sama Pemerintah Daerah membangun Indonesia dari tanah Papua ini.


Pimpinan Daerah sudah harus melihat marketing sebagai unsur utama yang memberikan kontribusi besar pada pertumbuhan wilayah, maka organ-organ daerah yang bersinggungan langsung dengan pertumbuhan wilayah harus ditempatkan orang-orang yang kompetensi di atas rata-rata dipilih dan ditugaskan Pimpinan Daerah untuk membantu menjual atau mengajak pihak swasta membangun usahanya di Papua.


Secara umum dijelaskan Investasi tidak tumbuh di Papua yang disebabkan persoalan hak ulayat dan persoalan keabsahan tanah Papua di dalam gambar petah Indonesia yang selalu digoreng berulang kali oleh mereka-mereka yang tidak mau melihat tanah ini maju, membuat para investor mempertimbangkan menaruh assetnya di tanah Papua.   


Issu hak ulayat dan politik sebenarnya bukan soal yang teramat susah atau menjadi alasan Pemerintah Daerah untuk tidak tidak mengejar keertinggalan Papua dengan teman-teman di seberang lautan Pasifik dan Asia. Semenara itu, ada juga fenomena lain yang membuat tanah ini tidak pernah berlari kencang karena selalu membandingkan dengan negara-negara yang ekonominya sudah maju dengan pertumbuhan pendapatan warganya yang baik diambil sebagai sampel atau perbandingkan untuk membuat pelarangan Papua jangan terlalu banyak sentuhan nanti susah untuk diurus.@arkam

Mana Tulisan Kamu.....!


Peta ekonomi secara perlahan mulai terurai dari panggung ekonomi kapitalis, atau panggung para pemilik modal menuju panggung ekonomi yang disebut sharing ekonomi oleh para pakar ini sebagai bagian dari pemerataan ekonomi atau sumber daya dimanfaatkan secara bersama namun tetap berada diatas rel efisiensi sumber daya yang ekologis.


Diskusi Kita tentang berapa besar atau berapa persen dampak yang diberikan Pekan olahraga Nasional (PON) terhadap pelaku bisnis kecil atau dampaknya tidak ada sama sekali dengan penyelenggaraan pekan olahraga nasional (PON).


Jasa hotel merupakan titik fokus yang pertama untuk melihat ketersediaan jumlah kamar yang tersebar pada enam tempat penyelenggaraan event meliputi: Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Biak Numfor, Kabupaten Mimika dan Kabupaten Merauke.

Kesiapan masing-masing wilayah dengan sarana dan prasarana yang disediakan sudah memperhitungkan pemerataan ekonomi bagi bisnis kecil yang berada pada 6 daerah yang dijadikan event pekan olahraga nasional (PON). Fokus memberi pendapat hanya pada panggung ekonomi rakyat di Pekan Olah Raga Nasional (2020).
Event Nasional yang mempertemukan 35 Provinsi senusantara dengan jumlah atlit serta oficial maupun operator pelaksanaan pekan olah raga nasonal serta para wisatawan lokal maupun luar Papua bahkan luar Indonesia yang menyempatkan diri untuk menonton cabor yang diperlombakan. 

Pemerataan ekonomi atas sumber daya pada saat melaksanakan event tersebut perlu di inisiasi oleh pemerintah daerah dengan mengajak para pelaku bisnis kecil atau masyarakat yang berada di sekitar tempat penyelenggaraan event tersebut untuk memanfaatkan aset yang menganggur seperti kamar rumah yang tidak ditempati untuk dijadikan tempat penginapan bagi para wisatawan lokal yang berasal dari 35 Provinsi dengan harga dan fasilitas dibawah harga hotel misalnya sarapan pagi, makan malam.

Pemanfaatan idle aset atau aset yang menganggur dan tidak digunakan oleh masyarakat dikoordinir oleh pemerintah daerah setempat sebagai bagian dari pengamanan terhadap hal-hal yang tidak diinginkan yang juga sebagai bagian dari memberikan sara aman sebagai tuan rumah kepada tamu yang berkunjung ditempat pelaksanaan even maupun teman wisata yang lain.

Pelaku bisnis kecil sudah mulai didorong oleh pemerintah daerah untuk memanfaatkan aset tetap lainnya yang tidak digunakan seperti kendaraan roda dua maupun roda empat untuk mendaftar pada platform transportasi online seperti gojek dan grab yang sudah mengaspal di Jayapura mau Go-Food. Ini dilakukan bisnis kecil sebagai bagian dari penyediaan fasilitas tambahan untuk wisatawan lokal pada saat event dilaksanakan 2020.@arkam

Mana Tulisan Kamu…..!
Dilatarbelakangi pemberontakan alam yang terjadi di beberapa daerah di Tanah Papua karena sentuhan berlebihan yang dilakukan Pemerintah Daerah maupun Masyarakat pemilik Hak Ulayat yang menyebabkan alam tidak bersahabat lagi dengan manusia. Ini disebabkan, mungkin juga ledakan penduduk atau migrasi orang dari suatu wilayah ke wilayah lain membuat pertumbuhan hunian semakin tak terkendali menyebabkan rusaknya daerah-daerah serapan air karena semakin tumbuh subur pohon-pohon tembok pada daerah-daerah penyangga.

Ekonomi mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi dan konsumsi terhadap barang dan jasa. Sementara istilah ekonomi itu sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu “Oikos” yang artinya Keluarga atau Rumah Tangga dan “Nomos” yang artinya Peraturan atau Hukum. Sehingga arti ekonomi secara umum ialah : Manajemen Rumah Tangga atau Aturan Rumah Tangga.

Sementara itu, bila ditarik lebih dalam ke ekonomi lingkungan maka secara umum juga dijelaskan tentang perilaku atau kegiatan manusia dalam memanfaatkan sumber daya alam yang terbatas sewajarnya dalam jangka panang atau biasa dibilang berkelanjutan. Lahirnya ekonomi lingkungan disebabkan timbulnya masalah lingkungan yang tidak dimasukkan ke dalam biaya produksi yang menyebabkan kerugian bagi orang lain atau pasar. Masalah lingkungan menimbulkan inefisiensi atau tidak efisien alokasi sumber daya alam dalam proses produksi barang atau jasa.

Berkembangnya ekonomi lingkungan lebih jauh lagi melahirkan yang dikenal dengan nama Ekonomi Hijau yang menitikberatkan juga pada peningkatan kesejahteraan manusia dengan kesetaraan sosial yang sekaligus mengurangi risiko lingkungan secara signifikan. Ekonomi hijau ekologis juga merupakan suatu modal pembangunan ekonomi yang berlandaskan pembangunan berkelanjutan dan pengetahuan ekonomi yang ekologis.

Para pakar menjelaskan ciri yang membedakan ekonomi hijau dengan resmi ekonomi lainnya adalah penilaian langsung kepada modal alam dan jasa ekologis sebagai nilai ekonomis dan akuntansi biaya di mana kontribusi yang diberikan kepada masyarakat dapat ditelusuri kembali dan dihitung sebagai kewajiban yang tidak membahayakan atau mengabaikan aset.

Dalam proses produksi barang dan jasa itu melahirkan masalah lingkungan yang menyebabkan kerugian bagi orang lain. Ini karena sumber daya alam menjadi : 1). Penyedia bahan baku; 2). Penyedia fasilitas; 3). Wadah untuk limbah. Tiga komponen tersebut melahirkan biaya lingkungan karena : 1). Menurunya kualitas SDA dan lingkungan sebagai penyedia bahan baku; 2). Menurunnya kualitas SDA dan lingkungan sebagai fungsi dasar ekologis; 3) Menimbulkan ketidaknyamanan pada manusia; 4). Memberikan dampak yang buruk kepada kesehatan dan produktivitas.

Berangkat dari cerita di atas dan bagaimana generasi hari ini membayar atau meminimalisir utang generapa Papua di masa depan dengan memberikan porsi yang wajar pada lingkungan, maka itu sebaiknya kita belajar dari salah satu wilayah yang secara geografis, budaya dan tingkat kemajuan serta ekonomi berbedah jauh dari kita Papua seperti Negara Norwegia yang hidupnya selalu berkomunikasi dengan alam serta kepercayaan mereka terhadap pemerintah sangat baik hingga mereka tak keberatan bayar pajak yang tinggi. Untuk lebih dalam membacanya bisa lihat di media onlie (https://tirto.id).

Sementara itu, kaum milenial Norwegia yang kaya raya dimana penduduk berusia 30 tahun memiliki kenaikan pendapatan siap pakai disposable income sebesar 13 % pendapatan siap pakai, yang telah dipotong pajak, dibandingkan Generasi X (yang lahir antara 1966 dan 1980) ketika mereka mencapai usia yang sama. Untuk lebih dalam membacanya bisa lihat di media online (https://news.detik.com).

Persoalan lingkungan sudah menjadi masalah permanen yang pada suatu saat akan memberontak maka pemerintah dalam membuat kebijakan selalu menghadirkan aspek nilai finansial sebagai ukuran mutlak untuk mempertimbangkan manfaat hutan dan taman sebelum memberikan izin untuk membangun baru atau memperluas kegiatan ekonomi dan kegiatan lainya yang juga terikat pada aspek lingkungan.

Pembangunan Perumahan, Supermaket, Hotel dan Pembangunan fisik lainnya harus Pemerintah Daerah melihat ketersediaan aspek taman maupun ruang publik yang disediakan sudah memenuhi ketentuan atau rencana yang ditetapkan pemerintah daerah lebih penting ketimbang memperhatikan aspek peningkatan pendapatan daerah. Dalam teori yang tak terbantahkan, misalnya mengambil pinjaman kredit dengan jumlah yang besar, maka resiko pengembaliannya juga besar, sebaliknya juga sama. Demikian juga dengan pengerusakan lingkungan dengan menjual tanah dengan harga yang tinggi, maka resiko yang dihadapi juga semakin tinggi, misalnya banjir bandan, anak cucu hidup di kos-kosan. Ini semua adalah harga yang harus dibayar atas sebuah pengorbanan mementingkan diri sendiri hari ini. @arkam

Mana Cerita Kamu !