Waktu itu adalah masa depan sebab waktu harus di manajemen dengan baik agar masa depan bisa dijalani dengan baik. dalam cerita kita kali ini mengangkat tema "WAKTU" karena selalu akan berkaitan dengan biaya karena ada belanja kesehatan WAKTU SAKIT.

Gambar punya cerita, maka Gambar yang mau diceritakan ini merupakan sesuatu yang unik sebab hadir di depan rumah sakit ternama dengan menawarkan produk yang kalau mau ditarik lebih jauh ke lingkungan ilmu medis yang diperoleh dibangku kuliah maka sudah parti menghadirkan pro dan kontra.

Tema utama yang diangkat yaitu "SPESIALIS MENDETEKSI SEGALA PENYAKIT" yang kalau digambarkan fenomena ini dengan kata Alberth Einstein yang berbunyi demikian "Jika fakta tidak sesuai dengan teori, rubahlah faktanya".

Timbul pertanyaan yaitu Apakah ramuan herbal bisa mengalahkan dokter spesial tentu jawaban bisa ya dan bisa juga tidak kalau para pembaca melihat memakai kaca mata Einstein, maka fakta harus dirubah sebab tidak sesuai dengan teori di dunia kedokteran.

Perang pemasaran dalam bisnis jasa kesehatan sudah berjalan menutut frekuensinya masing-masing. sementara persoalan yang dihadapkan masyarakat dengan pendidikan pas-pasan sudah pasti memilih yang murah karena rendahnya kemampuan belanja kesehatan.

Apa Pendapat Mu......
Gambar bercerita, maka Gambar ini menjelaskan 21 negara punya kepentingan bisnis yang sudah menggurita di Perusahaan Freeport Papua. Sengketa Bisnis terus akan terjadi, mengapa sengketa akan terus terjadi karena struktur ekonomi sudah susah untuk terurai.

Coba kita bayangkan berapa jumlah perusahaan yang datang dari 21 negara di atas, yang ditambah dengan perusahaan plat merah Indonesia maupun swasta nasional indonesia dengan anak perusahaan masing-masing.

Sementara pengusaha OAP yang ikut bermain di dalamnya mungkin dihitung dengan jari saja.....kalo sudah begitu baru OAP yang modal golongan ekonomi lemah mau dapat apa di Perusahaan Freeport Papua.

Analisis lebih lanjut PT Inalum di Kase 51 persen saham Freeport yang dalam perjalanan apa bisa bertahan menghadapi gesekan 21 Negara di tanah Papua kalo pendekatan pengamanan petah Papua di munculkan sebagai filter untuk meredam berbagai bentuk kegiatan yang di sponsori langsung 21 negara dengan mengusung issu M.

Digoreng issu M dengan menggunakan segala sumber daya yang dimiliki sebagai sejata utama dalam menembak titik yang disebut M sebagai jalan masuk utama untuk merebut kembali 51 persen saham yang diberikan kepada pemerintah daerah lewat PT. Inalum

Selamat merenung nasib mu yang malang dengan tingkat kemajuan yang masih sanggat terbatas diberikan 10 persen saham melalui perantara pemerintah daerah Papua yang peruntuntukan belum jelas antara pemerintah daerah mimika dan provinsi papua di sisi lain belum ada aturan main yang jelas antara Inalum dan Pemerintah Daerah untuk tatakelola 10 persen saham yang diberikan itu. 

Apa Pendapat Kamu.........!
Potensi ekonomi Papua luar biasa bila dilihat dari luas wilayah baik darat laut dan udara serta yang tidak kalah istime dibawah perut bumi yang tete manis sudah kasih buat warga Papua. sementara bila dilihat dari potensi lain yang belum dikelola juga yaitu matahari yang dikase warga papua lihat pertama kali ditambahkan dengan banjir yang belum juga dikelola dengan baik.

Berangkat dari gambaran luas wilayah Papua yang katanya menurut cerita orang kebanyakan memiliki luar wilayah dua kali pulau jawa ini memunculkan soal yang belum diselesaikan atau mungkin terlewatkan untuk di selesaikan yaitu komoditas pertanian dalam arti luar di dalamnya perkebunan yang dapat dijadikan materi cerita kali ini.

Komoditas yang di maksudkan penulis adalah KOPI PAPUA yang diangkat dengan melihat publikasi CEPOS dengan menulis 14 Kedai dan 11 Petani Kopi Ramaikan Festival Kopi, ini merupakan kegiatan yang sangat menarik dengan membentuk 25 stand yang didukung penuh Bank Indonesia serta Pemerintah Provinsi Papua.

Sebelas pemain dalam komoditas kopi datang dari wilayah Wamena, Serui, Oksibil, Timika, Lanny Jaya dan Yahukimo yang mungkin secara garis besar sebagai petani kopi atau pemain tingkat lokal sementara sektor hilirnya ada sebelas pemain yang berasal dari kota jayapura.

Tata kelola rantai nilai komoditas kopi Papua masih harus diperbaiki sebab harga kopi di tingkat petani sangat rendah karena pemicunya sistem distribusinya yang masih jelek,dikatakan jelek sebab masih ada saja pemain tingkat lokal yang mengoreng harga beli di petani kopi.

Berbicara rantai nilai, berarti kita bersepakat peran pemerintah hadir dimana dan lembaga keuangan hadir dimana itupun dengan para pemain di hilir duduk bersama bersepakat agar sama-sama senang. kesepatan pemangku kepentingan atau dalam tulisan ini disebut para pemain dalam rantai nilai kopi perlu bekerja bersama-sama agar produksi kopi tetap terjaga.

Persoalan klasik yang selama ini terjadi di hampir seluruh wilayah Papua adalah pemerintah selalu doyan serimonial dengan ikut pameran baik tingkat lokal maupun nasional hanya sebatas mengkampanyekan keunggulan daerah Papua yang tidak ada tindak lanjutnya untuk membangun dan mengembangkan potensi yang benar-benar sudah memberi hasil seperti kopi Papua.

Apa pendapat kamu........




Meminjam catatan pelatih Joko Susilo yang beberapa waktu lalu melempar issu yang cukup menarik di CEPOS, namun kurang mengigit atau menusut atau diera kekinian kurang menjadi trending topik karena situasi saat ini kurang tepat untuk mendiskusikan issu yang menarik ini.

Issu yang dilemparkan atau pertanyaan yang dilemparkan adalah Mengapa tanah papua hanya bisa menyumbangkan empat club untuk liga teratas di Indonesia sebut saja PERSIPURA dan PERSERU bermain di liga 1 sementara YAHUKIMO FC & PSB BIAK bermain di liga 2. Informasi ini menimbulkan pertanyaan lanjutan untuk di analisis adalah siapa yang perlu disalahkan?.

Informasi yang diungkapkan di atas, sudah sedikit memberikan simpulan bahwa pemerintah daerah di seantero wilayah Papua tidak begitu serius menata dan mengelola olah raga yang banyak digemari warga ini sebagai peluang daerah untuk melahirkan sumber pedapatan baru pada daerah.

Begitu menjamurnya sekolah sepak bola yang dikelola secara swadaya sampai yang dikelola pemerintah daerah mau di salurkan kemana ketika anak-anak tersebut sudah matang, mari kita lihat pulau jawa timur, dimana kelebihan mereka dibandingkan dengan tanah Papua. 

Informasi ini coba dihadirkan sebagai menu sarapan bagi para pengiat olah raga yang cukup mendunia ini, bila dilihat kembali zaman perserikatan ada beberapa club di Papua yang memiliki nama besar sebut saja PERSEMAN MANOKWARI, PERSIS SORONG, PERSIMER MERAUKE, PERSIFA FAK-FAK, PSB BIAK, PERSIDAFON dan PERSIPURA JAYAPURA. PERSINAB NABIRE.

Berangkat dari informasi ini bisa juga memberikan simpulan bahwa PERIPURA memiliki nama besar itu semua karena ada sering sumber daya atau lebih tepatnya kolaborasi kekuatan tanah Papua untuk berlomba dengan kawan-kawan di pulau yang nunjauh di ambon, sulawesi, jawa, sumatra, kalimatan dan balik karena spirit yang diperjuangan hanya harga diri dan martabat orang Papua.

Kita punya perusahaan gas di Bintuni, Pabrik Semen di Manokwari dan beberapa perusahaan besar lainnya serta ditambahkan dengan pengusaha-pengusaha lokal Papua sebenarnya sudah bisa membantu dengn cara PERTAMA pemerintah daerah perlu membangun atau menyusun strategi dengan membuat program kerja yang jelas disertai dengan ukuran-ukuran yang jelas pula, maka sponsor atau uang akan datang sendiri; KEDUA, pemerintah daerah perlu sekali menyiapkan lahan untuk pembangunan stadion sepak bola.

KETIGA, pemerintah daerah harus menempatkan posisi sebagai seorang tenaga penjual untuk bagaimana menjual daerah ini kepada investor untuk masuk menanam modalnya pada sektor-sektor yang menjadi keunggulan daerah masing-masing. misalnya fokus kita para wisata berarti semua sumber daya digerakan untuk memberi rasa aman bagi mereka yang mau berinvestasi di sektor ini.

Persoalan lain yang menarik untuk di lakukan analisis adalah posisi pemerintah daerah dimana ketika lapangan sepak bola mulai digugat pemilik hak ulayat, lapangan sepak bola ditanam pohon tembok, lapangan sepak bola dijadikan black market, lapangan sepak bola dijadikan tempat pembuangan akhir sampah dan masih banyak dialih fungsikan.

Sepak bola mulai menjadi barang mahal sebab harus main ditanah lapang atau bermain di atas trotoar jalan seperti kata IWAN FLAS sebab yang gratis hanya ada dijalanan. dimana dan kemana para pemimpin harus memecahkan soal ini, sebab sudah semakin besar benjolannya yang siap-siap memuntahkan aroma tak sedap pada manajemen tata kelola sepak bola papua. 

Apa pendapat kamu..........?
Analisis taralaku yang mungkin bisa melenceng jauh dari harapan pemain kedua belas PERSIPURA yang lagi melakukan meditasi dan berdoa meminta petujuk atau bisikan alam untuk peristiwa apa yang akan terjadi di Mandala Esok sore......

Para pengamat bola mulai dengan membangun model A sampai Z melalui berbagai pengujian untuk bisa mendapat bocoran formula para tim pelatih memiliki kesamaan dengan analisis atau tidak.

Sebelum dianalisis lebih jauh berkait formula apa yang tepat digunakan dengan memaksimalkan jumlah pemain PERSIPURA yang ada, maka tim pelatih perlu sekali menyiapkan pemain nomor 9 sebagai solusi kalau bermain dengan formula 4-3-3, namun perlu digaris bawahi bahwa bek tengah PERSIPURA harus bekerja ekstra dan disiplin tinggi.

Masih berkaitan dengan formula di atas, maka ijin salah untuk memberikan analisis yang sebaiknya digunakan PERSIPURA dengan bercermin pada perjalanan PERSIPURA selama Liga 1 ini sebaiknya memakai formulai 3-5-2 yang sedikit di modifikasi menjadi 3-5-1-1 dengan memberikan kesempatan MANDOWEN DUET DENGAN BOCI pasti seisi mandala akan meledak.

Permainan besok akan berjalan sedikit lambat sebab Barito Putra tidak akan main terbuka sebab Jacksen F. Tiago tidak mungkin mengambil resiko bermain dengan formula 4-3-3 yang biasanya dimainkan tim Barito Putra selama liga 1, yang sudah terbukti mengatarkan mereka ke peringkat 2 (dua) klasemen sementara.

Dengan tidak bermain terbuka anak asuh Jackson F. Tiago, dapat diprediksi sementara memakai formula 4-5-1, dimana Barito hanya menempatkan satu panah yaitu Marcel Sacramento sendirian untuk memanfaatkan serangan balik sebab Jackson pasti punya analisis tentang kelemahan pemain-pemain PERSIPURA kalau bermain dengan formula 4-3-3.

Analisis pertandingan besok PERSIPURA akan lari taralaku yang membuat seisi mandala lupa nama pengadil lapangan alias WASIT di pertandingan besok sore Sabtu 4 Agustus 2018.

Apa pendapat kamu...........
Teman-teman sebelum kita mendalami satu soal yang menarik untuk diungkapkan dalam latar yang tidak ada aroma negatif yang mencubit sebab tetesan airnya tidak terasa membasahi tubuh kawan-kawan semua. Namun anak negeri harus berpendapat........

Tidak ada yang perlu dicurigai apalagi sampai marah yang berlanjut sampai menimbulkan benjolan kebencian antara sesama anak negeri.

Membaca guntingan cepos jumat, 03 Agustus 2018 tentang bantuan bibit kambing itu perlu dipahami sebagai satu hal yang positif atau sebagai suntikan vitamin tambahan untuk memperbaiki ekonomi warga masyarakat penerima bibit kambing.

Berdasarkan informasi di atas, kawan-kawan coba kita analisis dengan memakai pendekatan budaya atau lebih terurai lagi kita bisa sebut pendekatan nilai hidup serta yang tidak kalah penting yaitu belajar dari sejarah perjalanan program tersebut sudah berhasil di wilayah Papua mana yang mau di replikasi ke Biak.

Jaringan nilai hidup kami terikat teramat sangat kuat dengan laut tidak dijadikan rujukan untuk pemerintah membangun dan mengembangkan KERAMBAH APUNG di sektor perikanan laut sementara sektor peternakan yang dikembangkan lebih pas itu ternak BABI sebab berdasarkan hasil penelitian Biak paling cocok juga untuk pengembangan ternak BABI.
Apa pendapat mu.............?