QUALITAS GORENGAN POLITIK PAPUA 2019 ?


Kepasar jualan pisang dan membeli pisang goreng memunculkan soal apa susahnya buat pisang goreng...jawabannya pasti mudah bagi mereka yang terdidik, namun susah bagi mereka yang lulusan kelas tiga sekolah dasar bahkan lebih rumit bagi mereka yang tidak pernah menyentuh bangku sekolah.

Tema kita kali ini berkaitan dengan gorengan. gorengan yang dimaksudkan adalah gorengan politik yang belum gurih alias analisisnya perlu ditambahkan bumbu dari yang bukan selingkungan ilmu biar semakin menarik karena ada warna-warni pemikiran untuk perubahan demokrasi yang masih tak sejalan.

Membaca di beberapa media baik cetak maupun online begitu banyak memunculkan issu politik 2019 yang sifatnya daur ulang saja atau issu ganti baju dengan memanfaatkan media untuk mengorengkan lebih gurih agar masyarakat terperangkap dalam jebakan untuk menjatuhkan pilihan di 2019 nanti.

Meminjam pesan yang diaminkan musikus terbaik Indonesia yang sudah mendunia di zamannya yaitu EBiET yang memberikan pesan bahwa "Kita benar-benar harus telanjang" pesan ini sebelum di analisis lebih jauh, maka penah ini inggin meminta injin salah karena secara garis besarnya atau sarinya adalah kita benar-benar harus selalu dan selau bercermin seperti beningnya embun pagi yang belum tersentuh debuh jalan.

Daur ulang issu sebagai jualan politik sebenarnya sudah tidak layak digunakan sebab model jualan yang mau disuarakan kembali itu pada masa lalu tidak berjalan sesuai dengan janji-janji kampanye sebab perahu yang digunakan membutuhkan biaya besar untuk tetap bertahan hidup.

Perjalanan demokrasi selama ini masih berada pada kategori abu-abu menuju hitam pekat sebab Tuhan belum memberikan kita pemimpin yang terbaik di zaman ini sebut saja seperti Ahok mantan gubernur DKI Jakarta yang mampu menjelankan program yang digerakan oleh misi.

Tahun ini lihat banyak pemimpin yang sudah terkena kasus ini dan itu masih juga tampil menyuarakan issu good governance yang diangkat sebagai produk unggulan untuk pertandingan 2019.

0 comments:

Post a Comment