SAHUT MARA BAGIAN III

Mata Pena : arkam

Sahut Mara satu hari, pernah membayangkan begini. apakah dengan menghilangkan rasa malu untuk membangun kekuatan politik lokal rasa kot (kampung) dan rasa kelompok serta rasa teman sebagai senjata pemusna masal.

Sahut Mara, memakai metode lihat dan membaca sudah sedikit memberikan simpulan kecil yang menjelaskan bahwa partisi tigah rasa itu sudah terbangun membentuk titik kecil yang akan berkembang menjadi benjolan besar yang menungguh waktu untuk memuntahkan virus kebencian membentuk titik kecil dimana-mana.

Sahut Mara, semakin merasakan sesaknya dada sebab tak bisa menghirup udara kebebas berpendapat sebab pertandingan sudah menjadi postingan media lokal dan nasional serta sudah menjadi trending topik buat mereka yang mendapatkan rembesan tiga rasa itu.

Rasa malu sudah bukan menjadi pedoman hidup atau sebagai pagar pembatas atau bisa juga disebut alat kontrol orang A3 untuk tetap berjalan pada jalur yang benar.

Rasa malu sudah dilompati orang A3 dengan membangun partisi rasa kelompok, rasa kampung dan rasa teman sebagai strategi utama membentuk ring-ring politik ekonomi.

Ring-ring yang dimaksudkan itu, memakai rujukan metode analisis lihat dan rasakan sedikit memberikan simpulan sementara bahwa ring itu merupakan generasi masa kini yang juga merupakan generasi pengikut yang diberikan tugas untuk menjaga tiga rasa yang sudah dibangun bersama.

Tete manis berikan nilai rasa malu buat orang A3, agar dalam perjalan membangun dan mengembangkan diri selalu berpegang pada nilai satu hati, satu pikiran dan satu rasa serta satu keluarga "Anu Betha Tubat".

0 comments:

Post a Comment