ANALISIS TARA LAKU PERSIPURA YANG TUA MEMPERMUDA YANG MUDA

 sumber : google.com


Mata Pena : Arkam. Penulis statistik bisa membuat model yang menggambarkan kekuatan tim melalui berbagai variabel dan indikator untuk memperkaya model statistik. Bila mana modelnya baik akan lebih mudah untuk memahaminya.
 

Sebaliknya seorang sarjana olah raga dan pengamat serta mantan pemain persipura bisa juga membuat model yang sama untuk mengambarkan hengkangnya beberapa pemain persipura melalui berbagai variabel dan indikator untuk memperkaya analisis perjalanan perisipura pada liga satu musim ini.

Putaran pertama liga satu sudah saling kejar-kejaran angka lihat daftar klasemen sementara yang membuat para analis mulai tercecer dengan permainan data time series yang selalu memakai pola lama membombardir pikiran para pegiat olah raga lapangan hijau seantero Nusantara.

Membuat model memakai indikator finance dengan tidak begitu melihat ukuran data real time atau data kekinian, namun sudah membuat simpulan untuk  kandidat pemenangnya liga satu musim ini semua berada di pulau luar Papua, mulai sedikit memperbaiki catatan para analisis sebab daftar klasemen hari ini bergerak fluktuatif.

Masih ramai di perbincangkan hengkangnya beberapa pemain yang konon katanya sebagai pemain inti persipura. Hati-hati menggunakan kata “inti”, hal ini menjadi catatan penting untuk manajemen yang sedang membangun keunggulan yang menurut analisi sementara penulis keunggulan yang dibangun ini sedang digerakan oleh sharing resources tua ke muda atau saling memanfaatkan resources.

Analisis ini, datang dari yang tidak pernah bersentuhan dengan rumput bahkan menyentuh kulit bundar sedikit pun tidak, namun analisis kuli tinta ini mewakili mereka yang tdak bersuara, namun tetap hadir sebagai pemain ke dua belas persipura.

Tiga dari empat pemain ke dua belas punya persepsi persipura mampu mengarungi liga satu dengan strategi yang baru, sebab tanda-tanda itu sudah mulai terlihat di klasemen hari ini, mutiara hitam Persipura sudah mulai membuat pengakuan bahwa mutiara hitam Persipura bermental juara.

Sharing resources tua ke muda, mungkin merupakan formulasi baru untuk tetap menjaga asa menjadi pemenang liga satu musim ini. Perubahan strategi di lapangan hijau selalu cepat, bahkan munculnya sering kali tidak terduga.

Misalnya putaran delapan besar liga champion antara AS Roma VS Barcelona, semua analis membuat model sedikit melenceng jauh sebab As Roma sedikit pintar memainkan formulasi strategi 3-5-2 untuk menyerang sementara formulasi 5-3-2 sebagai strategi bertahan kalau pena tidak salah menulis.

Putaran liga satu sudah berjalan dan pemenangnya mulai terlihat sebab mutiara hitam Persipura sudah mulai sedikit membuat analis kuli tinta, mulai mengkoreksi catatan mereka dengan memasukan mutiara hitam Persipura yang merupakan kolaborasi atau saling memanfaatkan antar tua muda yang penulis sebutkan sharing resources tua ke muda

Membangun dalam satu culture Papua yang selalu diunggulkan dalam perjalanan sepak bola tanah air, namun kita perlu ketahui bahwa mereka kuat karena totalitas dukungan masyarakat papua sebagai pemain kedua belas serta ada spirit rasa keluarga dalam satu tungku satu rumah adat Papua.

Yang menarik dari mutiara hitam Persipura adalah bagaimana manajemen dan tim pelatih membangun tim impian dengan keputusan yang tepat dalam mengambil pemain sesuai kebutuhan tim serta diperkuat spirit culture Papua yang dibangun sporter sebagai pemain ke dua belas dalam tim inti.   

Langkah yang diambil manajemen dalam membangun tim impian adalah KEPUTUSAN yang diambil dalam memilih calon bintang mutiara hitam perlu diperhatikan pemberian stempel “Inti” sebab surga kecil yang tete manis kase ini menyimpan milyaran warna wari pelangi hidup yang akan terus melahirkan mutiara hitam Persipura masa kini dan masa yang akan datang.

Membangun dan mengembangkan tim mutiara hitam Persipura yang digerakan misi lebih penting sebab akan memberikan nilai lebih kepada tim manajemen bersama tim pelatih dalam menentukan arah bagi tim impian, hal ini perlu diberikan garis bawah agar pemain yang terpilih benar-benar solit serta memiliki dedikasi tinggi untuk menjaga dan merawat rasa kekeluargaan dalam bentuk saling memanfaatkan resources.

Seringkali alasan utama tim tidak dapat mencapai sasaran karena para pemain tidak mendefinisikan dengan jelas apa sumbangsinya untuk tim sebab ada stempel inti, yang membuat para pemain belum begitu serius memahami apa rencana permainan serta kerangka tim yang di siapkan tim pelatih 

Sementara analisis yang lain, tim belum dapat mencapai sasaran sebab manajemen dan tim pelatih belum berjalan maksimal sebab ada partisi antara tim Inti dan tim lapis kedua yang membuat program kerja yang digerakan misi sedikit tersendat.


Guntingan liga champion antara AS Roma VS Barcelona, mungkin bisa menghasilkan satu titik yang amat jelas dimana ke dua tim yang terdiri dari sebelas orang memiliki tujuan yang sama untuk mencetak gol dan sebaliknya mereka juga harus mempertahankan gawang mereka untuk tidak kebobolan dari tim penyerang lawan.  
Pertandingan AS Roma VS Barcelona, masih meninggalkan informasi sebagai sumber bacaan tentang sebuah racikan rumusan strategi yang perlu dipadukan dengan informasi disekitar lapangan hijau.
Kita semua tahu bahwa untuk mengalahkan tim sekelas Barcelola itu teramat sulit, namun dengan sedikit kepintaran pelatih membangun dan meracik model yang digerakan misi bersama yaitu menyerang 3-5-2 serta bertahan 5-3-2 membuahkan hasil Barcelona tumbang dari As Roma. 

Membangun sebuah tim impian tentu membutuhkan waktu, namun apa yang kita lihat hari ini mutiara hitam Persipura yang diarsitek Butler asal Inggris sudah membuat pemain ke dua belas mutiara hitam Persipura mulai menulis. 
Mereka membuat gambaran perjalan mutiara hitam Persipura di liga satu akan berjalan dengan baik sebab tim manajemen dan tim pelatih telah mengambil keputusan terbaik untuk membangun tim impian sebab ada sharing resources atau saling memanfaatkan resources tua mempermuda yang muda sudah mulai terlihat pada beberapa laga mutiara hitam Persipura. Otot saja tidak cukup. @arkam

0 comments:

Post a Comment