SURAT DARI YAHUKIMO


arkam.id, Kemandirian merupakan satu soal yang masih tersangkut di pikiran sembilan dari sepuluh warga papua selalu bertanya "kapan daerah kami bisa mandiri" sudah hampir kurang lebih lima puluh tahun berintegrasi ke Indonesia.

Budi (nama kebetulan) dalam cerita ini, selalu dan selalu berpikir bahwa semua sumber daya fisik dan non fisik sudah digerakan semuanya, namun masih saja ada soal yang tertinggal untuk diselesaikan lagi yaitu "kemandirian daerah".

Pembentukan sekat-sekat baru (pemekaran) di harapkan sudah bisa melahirkan inovasi-inovasi baru yang berasal dari daerah-daerah pemekaran tersebut, tetapi yang ditemukan semua hanya kopas karena lagi trending topik di media nasional dan media sosial.

Mungkin sudah mencapai jutaan paket kebijakan di keluarkan Budi (nama kebetulan) semuanya hampir pasti di sumbangkan kekantong belanja konsumtif (konsultasi, berkoordinasi, jalan keluar daerah, jalan kedalam daerah) melebihi kegiatannya.

Sepotong cerita "kemandirian" dihadirkan sebagai arah penunjuk jalan ke satu wilayah yang diambil namanya dari empat suku besar yaitu : Yali, Hupla, Kimnal, Momuna disatukan menjadi nama Kabupaten Yahukimo dengan ibu kota pemerintahan berada di "Dekai".

Inovasi daerah untuk memetik kemandirian sudah dilahirkan melalui prakarsa pimpinan lokal di era kehususan yang apabila dilihat teman-teman tata kota pasti dan pasti diberikan pilihan pada skala lima sanggat puas sekali dengan kerangka dasar membangun dan mengembangkan Dekai menuju kota modern di masa depan.

Inovasi baru seukuran tanah papua sudah dilakukan Yahukimo dengan mempersiapkan hutan-hutan kota sebagai lokomotif pengerak ekonomi utama (PAD) untuk memperkecil ketergantungan dengan Budi (nama kebetulan) dalam cerita ini.

Dekai ibu kota Kabupaten Yahukimo merupakan kota di tengah hutan yang apabila dikelola memakai sentuhan ilmu manajemen tata kota akan menjadi salah satu kota terbaik di Nusantara.@arkam

0 comments:

Post a Comment