SAHUT MARA DARI MAYBRAT

Mata Pena :arkam
Tete manis kase "Anu Betha Tubat" sebagai obat anti bodi atau obat penangkal serangan berbagai macam virus menular yang merambat secara alamih atau virus buatan manusia. Berbagai wabah penyakit itu sudah dipikirkan tete dan nene generasi pertama orang A3 bahwa di satu waktu nanti ada trubulensi besar yang akan meratakan seisi rumah yang diberikan tete manis ini, maka perlu di bendung dengan obat anti bodi "Anu Betha Tubat".

Sahut Mara (nama kebetulan) dalam cerita ini, satu hari duduk merenung nasib keluarga besar yang tete manis kase sama tete dan nene mereka untuk di kase nama "Anu Betha Tubat" pada masa-masa kegelapan itu perlu dijaga, dirawat dan dibesarkan bersama ini mulai dengan berjalannya waktu mulai menjadi trending topik menghiasi media lokal dan nasional bahkan media sosial.

Sahut Mara (nama kebetulan) dalam cerita ini, menghabiskan waktu siang hari untuk berjalan mencari di atas gugusan batu-batu cadas apa yang salah dan siapa yang melahirkan kesalatan itu serta malam hari digunakan untuk doa dan meditasi mencari petunjuk atau jawaban lewat bisikan alam. 

Pada waktu melakukan meditasi dan doa di malam hari Sahut Mara (nama kebetulan) menemukan satu penunjuk arah kemana jalan yang akan dilalui untuk bisa menemukan jawaban sementara yang perlu diuji kebenarannya yaitu pendidikan.

Sahut Mara (nama kebetulan) meminjam catatan para ahli kehidupan yang menjelaskan bahwa semakin baiknya pendidikan warga masyarakat akan memperkecil perbedaan dan memperbesar peluang untuk bertransformasi pada berbagai bidang.  

Pendidikan tidak begitu banyak memberikan rembesan nilai positif walaupun setiap mata rumah warga masyarakat hampir sebagian besar menamatkan pendidikan sarjana. Pendidikan tidak memberikan rembesan positif karena nilai lebih dari pendidikan itu sebenarnya menurut pikiran Sahut Mara (nama kebetulan) yang hanya lulusan kelas tiga sekolah dasar yaitu memperkecil perbedaan dan memperbesar peluang atau kesempatan.

Sahut Mara (nama kebetulan) bersama keluarga besar yang biasa di panggil orang A3 (Ayamaru, Aitinyo, Aifat) dalam catatan resmi tata administrasi pemerintahan di registrasi dengan nama Maybrat/Maibrat/Meibrat yang pemaknaanya berpulang pada keluarga besar Sahut Mara (nama kebetulan) sendiri mana yang benar menurut bahasa yang tete manis su kase itu.



0 comments:

Post a Comment