SKRIP ARTIKEL

Daerah di seberang lautan tempat matahari pertama kali terbit, yang dalam catatan resmi ditulis Papua itu, merupakan satu nama yang tersimpan sejuta makna karena alamnya masih penuh misteri.

Suku bangsa Papua kurang lebih 252 orang yang penyebarannya meliputi wilayah pesisir pantai, rawa-rawa, lembah dan perbukitan yang masih hidup dalam jaringan sosial masing-masing.

Orang Asli Papua merupakan petani peramu dan petani ladang yang hidup dalam tradisi nomaden dan alam adalah ibu bagi mereka. Perjalanan pembangunan di Papua memiliki ekor panjang karena masah lalu masih merupakan satu sumber rujukan untuk melihat Papua tahun ini atau beberapa tahun kedepan.

Berbicara Papua melalui berbagai forum diskusi dan temu konsultasi antar pemerintah pusat dan daerah selalu saja dibahas pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan dan infrastruktur yang belum memberikan dampak sebanding dengan besarnya belanja pemerintah daerah.

Berbagai jurus telah dikeluarkan pemerintah daerah dalam membangun Papua, namun masih ada saja soal yang belum dijawab melalui program dengan baik atau dengan kata lain pemerintah daerah belum mampu menjelaskan misi dalam bentuk program kepada orang asli Papua.

Soal yang belum dijawab adalah rendahnya rasa keindonesiaan orang asli Papua keranana ada rasa ketidak puasan terhadap apa yang sudah dibuat pemerintah daerah yang merupakan perpanjangan tanggan dari pemerintah pusat.

Dengan semakin derasnya dana yang masuk tiap tahun ke pemerintah daerah belum mampu menyelesaikan persoalan pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan dan infrastruktur karena hampir sebagian besar disumpangkan kekantong korupsi dan belanja konsumsi pemerintah daerah.

Lihat tema kita itu adalah Papua Dan Gratifikasi, atau dengan kata lain Papua Dan Hukum Indonesia, sebelum menyelam lebih dalam ada baiknya kita luangkan waktu untuk membaca kembali cerita nilai hidup arang asli Papua, disitu ada tersimpan satu nilai yaitu nilai kekerabatan yang dipelihara secara turun temurun sampai tahun ini adalah ucapan terima kasih yang tidak cukup disampaikan lewat kata-kata tetapi harus dalam bentuk benda berwujud atau dalam bentuk fisik.

Kebiasan memberi ucapan dalam bentuk fisik sudah melembaga dalam jaringan sosial orang asli Papua dan menjadi kebiasan yang melahirkan ucapan terima kasih yang tidak sekedar dengan kata-kata saja.

Angin perbaikan tatakelola pemerintahan saat ini, mulai memberikan ketidak nyamanan bagi orang asli Papua di bidang layanan publik karena setiap aktifitas yang dilakukan berkaitan dengan belanja publik tidak diperbolehkan untuk mencari dalam kegiatan-kegiatan tersebut karena ada penjaga yang diberi nama Gratifikasi.

Dalam perjalanan hidup sehari-hari orang papua sudah pasti tidak akan pernah lepas dari kegiatan saling berbagi atau saling memberi karena ada nilai keiklasan yang lahir tanpa paksaan.

Sementara tututan tata kelola pemerintahan yang akuntabel membuat nilai-nilai hidup orang asli papua berada pada dua pilihan tetap dilestarikan sebagai warisan generasi mendatang ataukah dihilangkan karena ada tuntutan pekerjaan saat ini. (@arkam)


Berbicara Papua, kita selalu dan selalu menyoroti empat aspek yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan dan infrastruktur. Berbagai kebijakan sudah dilaksanakan secara optimal, namun masih ada saja soal yang belum terjawab dengan benar atau sengaja dilupakan untuk dilanjutkan tahun-tahun mendatang.

Sementara berbagai praktisi dan pengamat serta akademisi juga memberikan pendapat mereka tentang empat aspek utama yang di kejar pemerintah pusat yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi dan infrastruktur perkembangan belum menunjukan atau memberikan dampak yang berarti bagi masyarakat Papua.

Berbagai jurus telah diambil pemerintah pusat untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Papua, karena dengan ketersediaan infrastruktur dasar akan mempercapat kemandirian ekonomi orang asli Papua.

Semakin derasnya bantuan yang diberikan pemerintah pusat belum sepenuhnya menjamin rasa keindonesiaan orang asli papua, itu bisa diakui bahwa pemerintah memberikan bantuan semuanya hampir di sumbangkan ke kantong korupsi dan belanja konsumsi pemerintah pada level Provinsi, Kabupaten sampai pada tingkat distrik dan kampung. Sementara orang papua kelas paling kecil tidak sama sekali diberikan akses dalam menerima bantuan yang diberikan pemerintah.

Dallam berbagai kesempatan diskusi, sudah banyak yang memberikan formula dan resep yang paling ampuh untuk menjawab soal tentang lambatnya orang asli papua berlari karena masih rendahnya komitmen pemerintah daerah membangun sumber daya manusia orang asli Papua.

Berbicara tentang Sumber Daya Manusia Orang Asli papua berarti titik fokus pemerintah daerah adalah pendidikan dan kesehatan menjadi agenda utama pemerintahan di tingkat Kabupaten untuk memberikan prioritas utama pada dua faktor tersebut.

Banyaknya soal yang perlu dijawab bersama atau dijelaskan bersama, namun yang juga perlu sekali untuk dipahami adalah ditengah pergaulan dunia jangan sampai lupa, mengembangkan nilai-nilai leluhur budaya yang menjadi jati diri orang asli Papua.

Kelas sosial dibagi dalam beberapa bagian sebut saja, kelas atas, kelas menengah, kelas bawah dan kelas paling bawah, issu ini hanya memfokuskan diri pada kelas paling bawah yang sebenarnya paling banyak diberikan porsi untuk mendapatkan layanan pendidikan dan kesehatan dibandingkan dengan kelas bawah, menengah dan kelas atas. [arkam]


Tahun ini, mari kita meluangkan waktu kurang lebih enam menit untuk melihat kembali kebelakang, sebagai peta jalan kita untuk bisa mendalami apa sebenarnya persoalan pada masing-masing daerah sewilayah Papua yang harus menjadi prioritas utama kita untuk mengambil keputusan menjual di tahun ini.

Masa lalu merupakan rujukan yang berarti untuk menata masa depan yang lebih berkeadilan, kita harus meluangkan waktu enam menit untuk membuat langkah-langkah kecil membangun strategi dengan mengerakan segala sumber daya yang kita miliki untuk mengempur habis-habisan membuat satu titik masuk membangun opini dan membangun brent ketokohan masing-masing dengan menawarkan jualan agar bisa laku terjual tahun ini.

Lihat-lihat masa berintegrasi dengan Indonesia sampai tahun ini, kita diajak untuk melihat kembali pada era masing-masing kepemimpinan itu yang menjelaskan kesukses kepemimpinan dalam ceritanya di era kesuksesan masing-masing.

Pendidikan kepemimpinan enam menit, dihadirkan sebagai bahan renungan untuk menyelesaikan soal-soal yang terlewatkan organisasi selama ini untuk menyediakan dana 1 % dari pendapatan organisasi untuk membangun program kepemimpinan dari masing-masing wilayah dimana kita memegang kalkulatornya.

Banyak teori kepemimpinan menjelaskan kepemimpinan adalah pengaruh, memberi contoh dan kewibawaan, selama perjalanan waktu definisi kepemimpinan yang dipelajari dari unsur pengaruh, membericontoh dan berwibawah yang dilihat, hampir sebagian besar dari kita melihat seseorang disebut pemimpin itu karena pendidikan yang ditamatkan, jabatan yang dipegang dan kemampuan keuangan, namun semua itu belum secara tepat mendeskripsikan arti pengaruh, memberikan contoh, berwibawah yang sebenarnya, pengaruh seorang pemimpin yang sebenarnya adalah setiap hari kita harus mampu menolong orang lain atau memberikan amal kepada orang yang tidak kita kenal.

Sampaikan-sampaikan sama semua teman-teman pemimpin yang lain bahwa kepemimpinan itu adalah memberikan bantuan kepada orang lain yang tidak kita kenal dan setiap hari harus menolong orang lain.

Pendidikan kepemimpinan enam menit ini juga sebagai bahan renungan tahun ini, kita lihat berapa jumlah rumah tangga miskin, berepa jumlah anak putus sekolah, berapa jumlah orang tua tidak bisa menulis dan membaca, berapa jumlah gizi buruk dan lain-lain.

Kepemimpinan yang paling terkecil adalah keluarga, kalau kita semua sepakat untuk membangun kualitas kepemimpinan di masa depan, maka tahun ini, kita harus menolong keluarga-keluarga kita yang masih terlilit dalam lingkaran di atas.

Lihat-lihat diary kita, sudahkah kita meluangkan waktu enam menit untuk membuat langkah-langkah kecil membangun strategi penyelamatan kepemimpinan yang sudah semakin gersang ini.

Soal ini semakin penting untuk dijawab kalau kita sepakat kepemimpinan terkecil adalah keluarga, maka tahun ini sediakan waktu enam menit untuk mendesain program untuk menolong orang lain yang bukan kita kenal dari rumah tangga mereka, karena dirumah tangga itu ada generasi emas dengan ketidak mampuan belanja membuat kualitas hidup mereka abu-abu di masa depan nanti.

Sekali lagi kepemimpinan bukan dilihat dari status pendidikan, jabatan dan kemampuan keuangan seseorang melainkan pengaruh kepemimpinan yang sebenarnya adalah dilihat dari berapa besar hasil yang kita peroleh setelah membantu menolong orang lain.

Setelah selesai membaca pendidikan kepemimpinan enam menit ini, kita diharapkan sudah bisa membuat langkah-langkah kecil dengan menyediakan waktu enam menit untuk merenungkan program-program apa yang akan dilakukan dalam rangka menyelamatkan keluarga-keluarga yang tidak kita kenal keluar dari jeratan ketidak mampuan belanja.

Ada begitu banyak generasi emas yang masa depan mereka abu-abu itu dengan menyiapkan dana sekitar 1 % dari belanja daerah atau organisasi untuk membangun program kepemimpinan tingkat pintu mata rumah atau tingkat kampung guna menyelamatkan generasi-generasi emas Papua di kemudian hari. @arkam.

@Akut Ro Kambu
Cerita rakyat yang melegenda yang diwariskan dari generasi kegenerasi diceritakan berulang kali oleh orang tua tentang asal usul orang kambu yaitu pada suatu ketika hidup sebuah keluarga yang belum mendapatkan keturunan, pada suatu hari mereka pergi kedusun untuk berkebun. Sistem bercocoktanam yang dilakukan secara turun temurun adalah membersihkan semak belukar dan menebang pohon setelah itu dibiarkan beberapa hari sampai kering barulah dibakar selanjutkan kebun siap untuk ditanami.
Pada saat pembersihan kebun untuk ditanam dengan tanpa disengaja tanggan digigit ular kaki seribu dan mengeluarkan darah. Darah dikuburkan di lubang yang dibuat untuk menam ubi atau keladi, setelah dikuburkan mereka beranjak pulang karna hari sudah senja yang dijemput aroma malam dengan nyanyian burung kontaif menemani mereka dalam perjalanan pulang kerumah kebun membaringkan tubuh karena sudah seharian bekerja membanting tulang di ladang, dalam tidur tidak ditemukan petunjuk khusus yang disampaikan alam kepada mereka dan pada keesokan harinya mereka melanjutkan aktifitas seperti biasanya yaitu kembali kekebun dalam perjalanan menembus embun pagi yang teramat dingin serta nyanyian burung-burung pagi tidak juga ditemukan petunjuk khusus tentang sebuah misteri alam dengan terus melangkah semakin mendekati kebun barulah terdengar ada suara tangisan seorang bayi dalam situasi yang penuh ketakutan mereka memberanikan diri untuk terus melangkah maju mendekati suara itu ketika semakin dekat Ia dikejutkan dengan sosok seorang bayi laki-laki yang berada ditempat dimana darah itu dikuburkan. Cerita selanjutnya menjelaskan bahwa sebelum bayi laki-laki tersebut diangkat pertama-tama merekan membuat ritual kecil yang disebut tane boo, setelah mantra slesai dibaca barulah mereka bertanya apakah kau manusia atau penunggu dalam selang waktu beberapa menit terdengar jawaban bayi itu yang disampaikan lewat petunjuk alam kayu bergerak menandakan bahwa dia adalah manusia, pertanyaan itu membuat mereka langsung bergegas mengangkatnya dan dibawahnya pulang kerumah kebun, dibersihkan dan dirawatnya menjadi remaja dan diberi marga kambu.
Cerita rakyat itu perlu dilestarikan sebagai warisan budaya walaupun kita berbeda pendapat tentang cerita itu wajar karena sumber informasi kita berbeda, namun tetap dalam satu gerbong melestarikan budaya lewat tulisan karna kata-kata dapat sirnah tetapi tulisan mengabadikanya.
Legenda orang Kambu yang apa bila dijelaskan dalam kaca mata theologia sudah pasti tak pernah akan ditemukan titik temu alias jawabannya karena keyakinan pada legenda itu pilihan hidup yang bisa dijawab dengan takaran kejujuran yang tersaring oleh hukum alam. Legenda asal mula orang kambu dituliskan kembali dengan tujuan melestarikan budaya karena kata orang kebanyakan di planet ini bahwa bangsa yang pintar adalah bangsa yang selalu menghormati dan menghargai budaya-Nya.
Demikian cerita legenda Marga Kambu. Akut, Bakit Kambu. Pokoknya kita tidak ingin hilang dari sejarah, maka menulis dari mana kamu berasal, jadikan tulisan sebagai ikatan lima sampai sepuluh generasi selanjutnya.

.......Ini coretan saya....mana coretan Anda......sesama anak negri..............!.
 
 

@arkam


Cerita rakyat di ikat kemabali karena kita semua tidak ingin hilang dari sejarah. Pokoknya tahun ini, saya harus menulis cerita rakyat, jangan sampai ada persepsi yang mengatakan cerita sejarah asal kamu sudah seperti benang kusut tidak tahu lagi apa dan dimana ujung pangkalnya. Apa benar begitu bodohnya aku sampai tak bisa menulis cerita asal kami. Pokoknya aku harus bisa menulis sejarah agar tidak semakin kusut.
Sebelum melangkah lebih jauh menguraikan cerita sejarah yang sudah semakin kusut, kita perlu memberikan ucapan terima kasih buat anak dusun weer yang masih terpahat pesan tua-tua kampung, siapa orangnya. Ia adalah salah satu akut penerus Marga Ick biasa dipangil Mesak Ick. Dia yang menulis sejarah orang Ick yang sudah kusut diuraikan sepotong-sepotong menjadi sebuah tulisan karena ia tidak ingin hilang dari sejarah.
Cerita rakyat yang melegenda dan diceritakan berulang-ulang dari generasi kegenerasi menceritakan lahirnya Marga Ick,  Pada suatu hari ada seorang anak laki-laki paruh bayah yang melakukan perburuan di hutan atau biasa disebut juga dusun weer yang sekarang disebut kocuwer, dalam melakukan perburuan tanpa disengaja Ia menemukan seekor burung Ick sejenis merpatih hutan sedang mengeram dan menjaga telurnya diatas daun pakis hutan yang dalam bahasa setempat disebut (suwabah) dalam sarangnya burung Ick hanya terdapat sebutir telur. Dalam menjaga telur burung melihat ada musuh atau orang yang datang itu, semakin mendekati sarang membuat burung Ick terbang pergi meninggalkan telurnya diatas suwabah (daun pakis hutan). Setelah sampai didepan sarang burung yang terlihat hanya sebutir telur berwarna putih keemasan, Ia tidak mengambil telur tersebut tetapi membiarkan telur tetap pada saran burung Ick sebagai alat pancingan karena targetnya hanya satu harus bisa menangkap burung tersebut.
Hari sudah mulai sore, Ia melangkah pulang kerumah dengan ditemani aroma malam yang menjemputnya untuk pulang meninggalkan dusun weer kerumah, Ia sudah lelah berjalan mencari buruan untuk mencukupi makan keluarga kecilnya.
Setibanya dirumah Ia, memberihkan tubuh dan menyantap hidangan makan malam yang sudah disiapkan istri, setelah habis makan Ia mengambil segala keperluan tidur, dalam tidur malam, Ia tidak mendapatkan informasi bisikan alam tentang misteri telur burung di dusun weer.  Pada keesokan harinya Ia melakukan aktifitas sebagai seorang pemburu hewan liar dengan menyiapkan segala kebutuhan berburu, setelah semuanya sudah lengkap barulah Ia berangkat ke dusun weer, dalam perjalanan tidak ditemukan pesan-pesan alam tentang misteri terlur itu, dengan melangkah terus mendekati sarang burung Ick meletakkan telur, ternyata telur tersebut sudah terjatuh dan menetas menjadi seorang bayi laki-laki ganteng. Ia berjalan semakin mendekat, terdengar suara bayi yang membuat Ia terkejut serta timbul perasaan ketakutan membuat Ia berfikir ini benar manusia ataukah hantu ?, untuk memastikan suara itu, Ia undur mengambil jarak kurang lebih lima belas meter dari sumber suara bayi itu, lalu membuat mawe yang dalam bahasa lokal di sebut (tane boo), tane boo dilakukan dengan membaca mantra-mantra dengan memakai alat perantara komunikasi yaitu tali dengan kayu, dimana kayu diikat dengan tali setelah itu ujung masing-masing tali dipegang barulah mantra dibacakan, apabila kayu itu bergerak berarti suara itu manusia dan jika kayu itu tidak bergerak berarti suara itu hantu atau biasa disebut putri. Setelah proses ritual tane boo dilakukan ternyata suara bayi itu adalah manusia, lalu Ia mengambil keputusan untuk mengangkat bayi tersebut dan menggendong dengan penuh gembira berjalan pulang meninggalkan dusun weer setibanya dirumah Ia menyerahkan bayi itu kepada istrinya untuk membersihkan atau dimandikan serta merawat sampai tumbuh menjadi anak remaja, setelah dewasa, berkeluarga dan keturunan dari anak ini diberinama keluarga atau Marga Ick.   
Demikian cerita legenda asal Marga Ick dengan tempat asalnya di Kocuwer atau Kokas sekarang. Akut Kocuwer. Pokoknya kita tidak ingin hilang dari sejarah, maka menulislah dari mana kamu berasal, jadikan tulisan sebagai ikatan lima sampai sepuluh generasi kedepan. @arkam
.......Ini coretan saya....mana coretan kamu......sesama anak negri..............!.
Resensi Buku 1951



Memelihara, menjaga, melindungi, merawat, kalimat-kalimat di atas sama-sama menjelaskan bagaimana menjaga kesatuan semuah berpulang pada hati kecil kita serta bagaimana resep yang kita ciptakan bisa menghadirkan kelesatan sebuah hidangan kebersamaan yang aromanya semerbak wangi bunga diantar angin memberi kabar kesemua penjuru tanah A3 dan Papua umumnya. Pada era perang dunia ketiga yang bukan merupakan perang sunguhan atau perang secara arfiah, tetapi perang dunia ketiga adalah perang generasi milenium, generasi yang lahir di atas tahun 1994. Generasi milenium mereka sudah menguasai dunia dengan lini mas media sebut saja facebook, whatapp, line sebagai media membangun opini. Aturan main telah berubah sebab kemudahan akses dan harga murah.
Generasi milennium mereka bukan wartawan benaran, membangun opini dan menulis berita dengan memakai metode sendiri dan dipublikasikan menurut cara-cara mereka sendiri.
Lima pemuda A3 dengan keterbatasan pendidikan sudah menciptakan sebuah modal sosial melalui slogan “ra mana sau” sebagai sebuah pesan universal untuk menjaga, memelihara dan melindungi dan melestarikan kesatuan orang A3.
Menjaga kesatuan pada era keterbukaan memiliki tantangan tersendiri, karena yang akan diberikan edukasi (pendidikan) tentang pentingnya makna “MERAWAT” adalah Generasi masa kini atau yang lebih tren disebut generasi milenium atau generasi sosial media. Strategi apa yang akan digunakan untuk merebut hati mereka, karena mereka penerus orang A3 selanjutnya.
Sebagaimana diketahui bersama bahwa politik kain timur (sebutan lain untuk bo) masih merupakan sumber paling utama selain pendidikan menaikan status sosial seseorang bisa dibedakan dalam kelas sosial tetapi tidak bisa dipisahkan dari nilai hidup orang A3. Politik kain timur secara negatif bisa membuat lemahnya hubungan kekerabatan masyarakat. Secara kacamata theologia, politik kain timur tidak direkomentasi karena akan bertentangan dengan ajaran-ajaran Kristen di benarkan.
Politik kain timur sebaiknya diartikan yang positif karena sebuah alasan mendatangkan keuntungan dari sisi ekonomi kepada masyarakat serta kain timur juga merupakan bagian dari nilai hidup orang A3 yang tidak bisa dipisahkan bahkan dihilangkan politik kain timur di A3. Penghilangan kain timur sama artinya dengan membumi hanguskan budaya orang A3.
Lahirnya pesan “MERAWAT KESATUAN” yaitu keadaan setelah orang-orang A3 seputar danau Ayamaru sampai Aitinyo sudah menerima dan memelihara ajaran-ajaran Kristen dengan baik. walaupun dengan keterbatasan pendidikan dan proses kelahiran memelihara kesatuan yang diprakarsai lima anak muda cerdas pada masa itu di A3.
Dari proses menerima pesan firman tuhan yang disampaikan Yesus lewat Rasul Ruben Rumbiak dapat ditarik pelajaran umum tentang kelahiran sebuah konsep keutuhan yang pada masa itu sudah diprediksikan situasi dan kondisi serta tindakan berbagai pihak dalam situasi yang dihadapi bersama.
Dalam situasi umum yang dihadapi berkaitan pelayanan pada masyarakat secara bersama telah muncul prakarsa secara bersama untuk menjaga dan melestarikan ajaran Kristen protestan merupakan gereja mula-mula di A3. Di dalam penjelasan “MERAWAT KESATUAN” pada masa itu sudah di implementasikan lima pemuda A3, dengan fasilitas yang terbatas mereka tetap menjaga dan merawat pesan itu dalam kehidupan sehari-hari. Semua itu dilakukan agar tidak ada perpecahan antar lima pemudah A3 yang pintar dan cerdas pada masa itu.
Berangkat dari pesan Firman Tuhan yang lebih dikenal Masyarakat A3, pesan Theofani disampaikan melalui lima murid, sahabat, teman, saudara, keluarga Rasul Ruben Rumbiak yakni “MERAWAT KESATUAN” sejak awal Rasul Ruben Rumbiak diutus pergi kesuatu tempat yang terpencil nanjauh di wilayah pedalaman kepala burung kasuari yang pada masa itu tak pernah terpikirkan oleh Sarjana Jebolan Sekolah Tinggi Theologia Iskeyne di Port Numbay. Seorang pemudah gagah asal Biak yang dalam kehidupan orang A3 dipangil Rasul. Ia menghabiskan hidup dan kehidupan semuanya untuk membangun dan mengembangkan pendidikan dan keimanan orang A3.
Perjalanan ketempat pelayanan memakan waktu berminggu-minggu bahkan bulan memakai kapal laut berbobot kecil yang biasa disebut kapal perintis, setibahnya di Sorong dan melanjutkan perjalanan lewat Teminabuan yang kurang lebih memakan waktu seharian, setibanya di Teminabuan dan melanjutkan perjalanan ke pedalaman A3 berjalanan kaki dengan bermodalkan Alkitab sebagai senjata utama.
Sejak awal tibahnya di tanah kayahai yang merupakan tanah tempat perjumpaan Rasul Ruben Rumbiak dengan Tuhan, masyarakat kampung membuat pesta penjemputan yang meriah ukuran masa itu.
Komitmen iman Rasul Ruben Rumbiak untuk membangun umat Kristen bermula dari tanah Kayahai sebagai tanah perjanjian atau basis pelayanan dan dilanjutkan ke kampung-kampung lain seputar danau Ayamaru serta berlanjut ke Aitinyo.
Dalam melaksanakan visi gereja banyak sekali persoalan-persoalan yang muncul dan teramat sulit dipercahkan kerena keterbatasan pendidikan masyarakat pada masa itu yang membuat banyak penolakan-penolakan terhadap kehadiran gereja karena mereka masih hidup berkomunikasi dengan alam.
Untuk menyebarkan pesan-pesan firman tuhan rasul Ruben Rumbiak memilih lima orang anak muridnya sebut saja Abraham Kambuaya, Markus Solosa, Piter Howay, Simon Isir dan Habel Tambunete untuk menemani rasul Ruben Rumbiak memberitakan Ijin keselamatan melalui pesan-pesan Firman Tuhan, dalam perjalan dilihat belum berjalan maksimal, persoalan itu diambil sebagai bahan renungan dalam doa dengan berbagai analisis yang matang mereka bersepakat mendirikan sekolah alkitab dengan alasan sederhana agar masyarakat bisa membaca dan menulis bagian dari perubahan.
Relasi orang A3 adalah proses menyatukan perbedaan yang ada pada masyarakat karena klasifikasi kelas sosial di bingkaikan dalam lilitan “ra mana sau” akan melilitkan keserasian dan keselarasan secara utuh di tanah A3.
Masyarakat A3 terintegrasi dengan baik dalam satu tungku “ra mana sau” dengan baik merupakan harapan bagi setiap tokoh-tokoh A3. Relasi mansyarakat adalah kondisi ideal yang diperlukan bagi generasi yang lahir di bawah tahun 1994 perlu membangun kembali kejayaan lima tokoh utama yang tampil satria dengan keterbatasan pendidikan berdiri bersama-sama membantu Rasul Ruben Rumbiak pada masa itu agar tidak terjadi perpecahan dan tetap terjaga dan dilestarikan. (@arkam)


@arkam

A.        Umum
Menurut wikipedia menjelaskan bahwa hukum adat adalah sistem hukum yang dikenal dalam lingkungan kehidupan sosial di Indonesia dan negara-negara lainnya seperti Jepang, India, dan Tiongkok. Hukum adat adalah hukum asli bangsa Indonesia. Sumbernya adalah peraturan-peraturan hukum tidak tertulis yang tumbuh dan berkembang dan dipertahankan dengan kesadaran hukum masyarakatnya. Karena peraturan-peraturan ini tidak tertulis dan tumbuh kembang, maka hukum adat memiliki kemampuan menyesuaikan diri dan elastis. Selain itu dikenal pula masyarakat hukum adat yaitu sekelompok orang yang terikat oleh tatanan hukum adatnya sebagai warga bersama suatu persekutuan hukum karena kesamaan tempat tinggal ataupun atas dasar keturunan.
Dalam kaitan adat, maka menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, adat adalah aturan yang lazim dituruti atau dilakukan sejak dahulu kala; cara yang sudah menjadi kebiasaan; wujud gagasan kebudayaan yang terdiri atas nilai-nilai budaya, norma, hukum, dan aturan yang satu dng lainnya berkaitan menjadi suatu sistem. Karena istilah Adat yang telah diserap kedalam Bahasa Indonesia menjadi kebiasaan maka istilah hukum adat dapat disamakan dengan hukum kebiasaan.
Sebuah aturan hukum akan ditaati dan dipatuhi oleh masyarakat apabila aturan tersebut memberikan jaminan bagi mereka akan hak dan kewajiban secara proporsional. Ketika seseorang merasakan suatu aturan yang melingkupinya memberikan kenyamanan maka individu tersebut akan tunduk dan patuh pada aturan hukum tersebut. Dalam kenyataannya dalam masyarakat hidup aturan yang tidak tertulis, yang lebih dikenal dengan hukum adat. Walaupun aturan-aturan tersebut tidak tertulis tetapi masyarakat mematuhi aturan tersebut.

B.        Peradilan Hukum Orang Maibrat
Maibrat merupakan salah satu etnis yang berulang kali saya jelaskan daerah teritori mereka berada tepat di pedalamana kepala burung kasuari, merupakan sebutan lain untuk menjelaskan penyebaran orang asli papua di dataran tanah papua dengan wilayah adat domberay. Orang Maibrat masih menyimpan misteri budaya tradisional yang belum banyak di publikasikan keluar Maibrat.
Dalam lingkungan orang Maibrat baik di dalam maupun di rantau selalu membawa aturan yang menggariskan perilaku orang Maibrat itu sendiri. Berbicara mengenai aturan maka kita akan berbicara mengenai sanksi. Aturan tanpa adanya sangksi adalah sia-sia. Kerena fungsi sanksi adalah untuk memaksimalkan ketaatan orang Maibrat terhadap aturan tersebut. Tanpa ada saksi peraturan tidak akan dipatuhi oleh orang Maibrat.
Ketaatan orang Maibrat terhadap aturan mencerminkan kesadaran hukum yang dimiliki oleh orang Maibrat. Semakin tinggi kesadaran orang Maibrat maka semakin rendah tingkat pelanggaran hukumnya semenara jika kesadaran yang dimiliki sangat tinggi orang Maibrat tidak membutuhkan aparat penegak hukum.
Misteri budaya orang Maibrat yang belum disampaikan kedepan umum adalah mekanisme penyelesai masalah memakai ritual adat atau kebiasaan yang masih diyakini memiliki nilai lebih dalam mengungkapkan sebuah persoalan dalam Bahasa Maibrat disebut Fnor. Sebelum saya menjelaskan lebih jauh mengenai peradilan adat orang Maibrat ada baiknya saya menjelaskan secara umum system hukum adat yang dipelihara orang Papua yang jumlahnya sekitar 250 suku dengan jumlah bahasa daerah yang berbeda-beda mempunyai system huk um adat yang berbeda dengan hukum adat di Indonesia dalam menyelesaikan berbagai kasus di Papua.
System hukum di Indonesia pada umumnya dalam menyelesaikan kasus penghilangan nyawa seseorang sudah menjelaskan atau mengatur mulai proses di kepolisian hingga penahanan. Sementara hukum adat Papua ada kompensasi yang harus dibayarkan dari pelaku kepada korban.
Gambaran diatas sebagai pintu masuk saya untuk menjelaskan bagaimana penyelesaian kasus hukum menurut orang Maibrat. Untuk menyelesaikan kasus di wilayah orang Maibrat berkewajiban mengikuti arahan kepala suku karena apabila terjadi kasus tertentu yang disengaja atau tidak disengaja kepala suku atau keluarga inti dan keluarga terdekat wajib menjelesaikannya menurut aturan adat.  Berbicara mengenai hukum tak tertulis erat hubungannya dengan orang Maibrat karena hokum tak tertulis lahir dan terbentuk dalam kehidupan orang Maibrat.
Suatu ketika terjadi persoalan antar anak-anak mudah sekampung yang pergi bermaian-main ketika pulang sekolah atau jalan karena liburan sekolah dengan memakai kendaraan roda dua atau roda empat, dalam perjalanan mereka tiba-tiba terjadi kecelakaan yang mengakibatkan seorang teman meninggal dunia atau terluka. Persoalan seperti itu biasa diberlakukan hukum adat yang dalam lingkungan orang Maibrat disebut hukum isti.
Dalam menyelesaikan persoalan hukum isti nilai kompensasi yang biasa diminta pihak korban bisa mencapai ratusan juta. Proses pembayaran untuk yang meninggal dunia biasa dibilang bayar kepala dan penyelesaian persoalan terluka biasa disebut bayar darah. Apabila nilai kompensasi yang diminta belum ada kesepahaman biasanya melahirkan konflik berkepanjangan yang biasa berakhir pada pemakain ilmu hitam yang biasa disebut (bombo) atau suangi (kabes fane).
Gambaran yang lain berkaitan dengan peradilan adat orang Maibrat, misalnya ada kasus memanas yang dimunculkan karena ada perang politik antara berbagai kelompok kepentingan dalam wilayah pemerintahan atau politik yang menyebabkan ada korban jiwa yang dibunuh dengan cara memberikan racun (bombo) atau dibunuh dengan memakai kabes fane.
Dalam menyelesaikan menyelesaikan persoalan tersebut biasanya didatangkan para normal dan proses menyelesaikan persoalan biasanya memakai ruang terbuka agar bisa disaksikan semua orang Maibrat. Proses pendalaman kasus dilakukan para normal dengan menayakan orang yang diduga sebagai suanggi (kabes fane) dalam proses interogasi pelaku tidak mau mengakui kesalahannya, maka proses selanjutnya untuk membuktikan bahwa yang melakukan kejahatan adalah pelaku dilaksanakan dengan membuat pesta adat yang dalam kehidupan orang Maibrat di sebut Fnor.
Fnor merupakan ilmu infestigasi orang Maibrat dalam menyelesaikan persoalan-persoalan menghilangkan nyawa seseorang karena iri hati yang masih tetap dipelihara secara turun temurun sebagai peradilan hukum adat orang Maibrat dalam mengungkapkan kasus-kasus ilmu hitam (kabes fane).
Berbicara mengenai hukum tak tertulis erat dengan keberadaan orang Maibrat. Karena hukum tak tertulis lahir dan terbentuk dalam kehidupan orang Maibrat. Orang Maibrat adalah sekumpulan orang yang terdiri dari tiga suku besar A-3 (Ayamaru, Aitinyo, Aifat) yang menempati wilayah pedalaman kepala kasuari dimana di dalamnya terdapat berbagai macam fungsi-fungsi dan tugas-tugas tertentu. Orang Maibrat terbentuk akibat kesamaan kultur, budaya dan agama yang sama.(@arkam)


@arkam

  Umum
Pemekaran wilayah Maibrat menjadi beberapa daerah otonom terkecil dalam pemerintahan Maibrat membuat kecepatan perubahan sosial masyarakat sanggat luar biasa, hal ini disebabkan juga oleh adanya kemajuan teknologi. Kemajuan teknologi tidak harus kita hindari tetapi kita harus memanfaatkannya semaksimal mungkin bagi kehidupan masyarakat.
Kehidupan masyarakat yang sanggat dinamis ini memang akan membuat perubahan sosial akan selalu terjadi. Perubahan sosial biasanya ditandai dengan keyidak seimbangan antara satuan sosial. Sifat perubahan sosial itu mutlak, artinya setiap masyarakat selalu mengalami perubahan. Perubahan sosial juga saling berkaitan, misalnya kegagalan sebuah suksesi, maka segala kegagalan tim pendukung akan mengalami goncangan yang begitu kuat.
Pada pembahasan ini, saya hanya melihat faktor utama yang menyebabkan perubahan sosial orang Maibrat yaitu: konflik sosial. Sejalan dengan itu maka dalam beberapa sumber yang menjelaskan tentang makna konflik sosial menjelaskan bahwa konflik sosial biasa terjadi antara individu dengan individu, individu dengan kelompok maupun individu dengan kelompok. Konflik sosial bisa terjadi karena berbagai sebab mulai dari perbedaan pendapat sampai pada perbedaan kampong (kot). Adanya konflik sosial ini mengakibatkan terjadinya perubahan sosial. Hal ini disebabkan oleh adanya suatu pertentangan atau konflik, maka akan mengakibatkan perubahan struktur kondisi masyarakat.
Perubahan sosial merupakan perubahan sosial yang terjadi pada masyarakat mengenai nilai-nilai sosial, norma dan berbagai pola dalam kehidupan masyarakat. Setiap masyarakat dimasing-masing wilayah pemekaran akan mengalami trubulensi perubahan sosial, hal ini dapat kita lihat pada masa sebelum pemekaran dan sesudah pemekaran, hal ini mungkin dipengaruhi perubahan teknologi, keterbukaan informasi, harga murah dan muda akses.
Pada umumnya setiap masyarakat yang ada diplanet ini dalam hidupnya dapat dipastikan akan mengalami apa yang dinamakan dengan perubahan. Perubahan yang terjadi dalam masyarakat Maibrat pada dasarnya merupakan suatu proses yang terus menerus ini berarti bahwa setiap masyarakat Maibrat pada kenyataannya akan mengalami perubahan. 


Perubahan Sosial
Perubahan merupakan proses yang terus menerus terjadi dalam setiap masyarakat. Proses perubahan itu ada yang berjalan sedemikian rupa sehingga tidak terasa oleh mayarakat pendukungnya. Gerak perubahan yang sedemikian itu disebut evolusi. Sosiologi mempunyai gambaran adanya perubahan evolusi masyarakat dari masyarakat sederhana ke dalam masyarakat modern. Proses gerak perubahan tersebut ada dalam satu rentang tujuan ke dalam masyarakat modern.
Perubahan sosial akan dipandang sebagai konsep yang serba mencakup yang menunjuk kepada perubahan. Fenomena sosial di berbagai tingkat dunia. Perubahan sosial dapat dipelajari pada satu tingkat tertentu atau lebih dengan menggunakan berbagai kawasan studi dan berbagai satuan analisis. Namun yang perlu diperhatikan adalah bahwa perubahan penting pada satu tingkat tertentu tidak harus penting pula pada tingkat yang lain. Perubahan sikap mungkin mencerminkan perubahan hubungan antar individu, antar organisasi atau antar institusi, tetapi mungkin pula tidak. Adanya kesenjangan waktu, sehingga perubahan yang terjadi pada satu tingkat lebih lambat yang terjadi pada tingkat lain. Dengan demikian bahwa perubahan disetiap tingkat kehidupan sosial mungkin lebih tepat dianggap sebagai perubahan sosial, dan riset harus dipusatkan pada arah dan tingkat perubahan di berbagai tingkat yang berbeda.
Orang Maibrat merupakan kumpulan tiga suku besar yang mendiami wilayah pedalaman kela burung papua (lihat peta papua) memiliki tradisi tolong menolong yang teramat sanggat kuat hidup dan berkembang dalam wilayah Maibrat. Masyarakat Maibrat merupakan kumpulan individu dan kelompok yang membentuk organisasi sosial “ra mana sau” yang bersifat kompleks ketika dimaknai. Dalam organisasi orang Maibrat terdapat nilai-nilai dan norma-norma yang fungsinya sebagai aturan hukum adat yang selalu dipatuhi orang Maibrat dalam bertingkah laku dan berinteraksi dalam kehidupan orang Maibrat.
Perubahan pada orang Maibrat semakin hari semakin tak terkendali. Perbedaan perubahan dapat mengakibatkan munculnya kecemburuan sosial yang harus dihindari.
Perubahan sosial yang berlangsung dengan cepat di wilayah Maibrat terjadi secara terus menerus dan merupakan perbaikan kearah tujuan dan kemajuan yang diharapkan bersama.
Trubulensi perubahan sosial yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi seluruh kehidupan masyarakat Maibrat itu adalah dampak dari pembangunan disegala bidang yang dilakukan pemerintah daerah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Maibrat.
Percepatan perubahan sosial itu dapat dimungkinkan oleh kemajuan teknologi yang didapatkan masyarakat Maibrat melalui pendidikan.
Orang Maibrat dalam hidupnya dapat dipastikan akan mengalami apa yang dinamakan perubahan, dengan adanya perubahan tersebut kita dapat membuat perbandingan antara masa sebelum dan sesudah pemekaran. Perubahan-perubahan dalam masyarakat Maibrat merupakans sebuah proses yang terjadi secara terus menerus.
Perubahan yang terjadi antara masyarakat yang berada diwilayah kekuasaan dengan masyarakat yang berada diluar wilayah kekuasaan akan menampilkan perubahan yang berbeda, misalnya dalam tata busana antar yang memiliki daya beli baik dengan yang tidak memiliki daya beli baik. perubahan dalam wilayah kepentingan tersebut wajar, mengingat manusia memiliki kebutuhan yang tidak terbatas. (@arkam)

 @arkam


  
Umum
Beberapa bentuk struktur kelas atau st ratifikasi sosial telah ada pada semua masyarakat di sepanjang sejarah keberadaan manusia. Kelas sosial merupakan suatu bentuk hirarki masyarakat yang pasti terjadi dalam sebuah masyarakat, baik di kelompok masyarakat yang sederhana, seperti di desa, hingga masyarakat kosmopolitan yang pluralistik, seperti di Surabaya. Terdapat berbagai variasi pembagian kelas sosial di dalam masyarakat tersebut berdasarkan tolak ukur atau variabel yang digunakan dalam melakukan stratifikasi kelas sosial.
Masing-masing kelas sosial yang telah terbentuk memiliki karakteristik yang dicerminkan oleh para anggota yang menduduki suatu kelas sosial tertentu. Kelas sosial merupakan tempatuntuk berbagi nilai, gaya hidup, minat, dan perilaku yang kemudian membedakan perilaku konsumsi seseorang dari berbagai kelas sosial tersebut. Secara umum, pembagian kelas sosial di Indonesia terbagi menjadi kelas bawah, kelas menengah, dan kelas atas.
Basis yang digunakan dalam menetukan kelas sosial tersebut berbeda-beda sesuai dengan ukuran yang digunakan dalam suatu kelompok masyarakat.
Stratifikasi sosial adalah sebuah konsep yang menunjukkan adanya pembedaan dan atau pengelompokan suatu kelompok sosial secara bertingkat. Misalnya: dalam komunitas tersebut ada strata tinggi, strata sedang dan strata rendah. Pembedaan dan atau pengelompokan ini didasarkan pada adanya suatu symbol-simbol tertentu yang dianggap berharga atau bernilai baik berharga atau bernilai secara sosial, ekonomi, politik, hukum, budaya maupun dimensi lainnya dalam suatu kelompok sosial. Simbol- simbol tersebut misalnya, kekayaan, pendidikan, jabatan, kesalehan dalam beragama, dan pekerjaan. Dengan kata lain, selama dalam suatu kelompok sosial ada sesuatu yang dianggap berharga atau bernilai, dan dalam suatu kelompok sosial pasti ada sesuatu yang dianggap berharga atau bernilai, maka selama itu pula akan ada stratifikasi sosial dalam kelompok sosial tersebut.


 Kelas Sosial
Gambaran sebuah entitas di wilatah pedalaman kepala burung (lihat peta papua), terdapat satu suku yang mendiami wilayah gugusan batu karang yang biasa disebut orang A-3 (Ayama, Aitinyo, Aifat) atau dengan sebutan lain orang Maibrat masih menyimpan misteri alam dan budaya yang belum terpecahkan.
Dalam lingkup orang Maibrat, Saya menlihat bahwa ada perbedaan yang berlaku dan diterima secara luas oleh orang Maibrat yaitu kelas social yang meliputi: (1) ra bobot; (2) ra kinyah; (3) ra warok dan (4) ra keir atau sigiah. Perbedaan itu tidak hanya muncul dari sisi status sosial tetapi ada juga diwilayah pemerintahan dan politik, misalnya ada yang menduduki jabatan tinggi seperti kepala daerah, Sekda, Ketua DPR, Kepala Dinas dan jabatan paling rendah Kepala Distrik, Kepala Kelurahan, Kepala Kampung sementara ada yang biasa-biasa saja dan orang miskin.
Perbedaan itu tidak muncul hanya muncul dari dua komponen status social dan jabatan politis atau pemerinatahn, melainkan muncul juga dari jenjang pendidikan yang ditamatkan orang Maibrat.
Dalam kelas sosial orang Maibrat sudah tergambar dengan jelas atau dalam pemahaman ilmu manajemen siapa perintah siapa, siapa kerja apa dan bertanggungjawab kepada siapa dan juga dalam kelas sosial orang Maibrat faktor keturunan pihak orang tua yang selalu dituakan dalam sebuah ikatan kekerabatan karena meraka menjadi terpandang di kampong (kot).
Pembagian kelas sosial orang Maibrat berdasarkan kriteria baik menurut keturunan, pendidikan dan status ekonomi. Setiap orang Maibrat dalam wilayah terkecil mata rumah di satu kampong (kot) senentiasa mempunyai penghargaan tertentu dalam masyarakat Maibrat itu sendiri.
Barang yang diharagai orang Maibrat paling utama dan terutama adalah kepemilikan Wan merupakan penghargaan tertinggi sementara status pendidikan dan ekonomi seseorang masih menjadi pelengkap. Jika ada sekelompok kecil dari orang Maibrat yang memiliki barang-barang berharga Wan dalam jumlah yang besar, maka masyarakat Maibrat akan menganggap mereka sebagai kelompok atau golongan sosial baru yang dalam Bahasa Maibrat disebut bobot. Sebutan itu diberikan kepada mereka-mereka yang mampu bertransformasi lewat bidang pendidikan serta menduduki jabatan-jbatan strategis bagi di pemerintahan maupun politik. Sebaliknya orang-orang Maibrat yang sama sekali tidak memiliki bo kelas satu atau bo biasa-biasa saja atau sama sekali tidak memilki bo, maka mereka-mereka ini mempunyai kedudukan yang rendah di kalangan orang Maibrat.
Status social orang Maibrat yang dalam ilmu sosiologi disebut “Social Startification” yang berasal dari kata Stratum yang jamaknya Strata dan biasanya lebih dikenal dengan istilah lapisan yang biasa juga disebut kelas social. Istilah lapisan yang terdapat masyarakat Maibrat telah ada sejak zaman nenek moyang orang Maibrat sudah mengenal kehidupan bersama dalam ikatan organisasi soaial yang disebut “Anu Betha Tubat”.
Lapisan orang Maibrat pada masa lampau di dasarkan pada beberapa banyak kepemimlikan bo kelas satu yang dalam Bahasa biasa disebut wan, berapa banyak jumlah patner dagang, berapa banyak pengikut, ukuran-ukuran tersebut yang akan menentukan pemberian status social atau kelas sosial dalam wilayah kehidupan orang Maibrat dan pemberian status sosial tidak mengenal batas generasi.
Transformasi melalui bidang pendidikan dan mendapatkan kedudukan dalam jabatan-jabatan strategis mempunyai arti yang sanggat penting dalam meningkatkan prestise seseorang. Strata pendidikan dan jabatan juga sudah disadari orang Maibrat sebagai sebuah kekuatan yang sama dalam membentuk kelas sosial seseorang. 
Kedudukan mereka sudah diketahui dan diakui oleh masyarakat Maibrat secara umum. Bobot dapat didefinisikan sebagai suatu lapisan kelas sosial baru yang kedudukannya sama dalam rangkaian kesatuan status sosial.
Kelas sosial orang Maibrat yang paling menonjol sekalai adalah kepemimlikan wan, sementara dalam perkembangan mulai bergeser dengan sebutan bobot yang kalua didefinisikan sebagai orang-orang yang memiliki strata pendidikan dan ekonomi yang baik.
Berangkat dari diskusi-diskusi di atas tentang kelas social, bisa dilihat bahwa pada masa lampau orang Maibrat sudah mengenal klasifikasi kelas sosial yang dalam kehidupan sehari-hari biasa disebut (1) ra bobot, (2) ra kinyah; (3) ra warok, (4) Sigiah.
Model kelas sosial inilah yang membuat orang Maibrat memilki perbedaan yang mencolok dengan etnis-etnis lain di wilayah Papua. (@arkam)